Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Lapas
Warga Lapas Bollangi Diduga Meninggal Tak Wajar, Istri Almarhum akan Tuntut Orang Yang Jemput Suaminya
2021-12-17 17:49:44
 

Warga Binaan Lapas Kelas II A Bollangi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meninggal dunia.(Foto: Istimewa)
 
MAKASSAR, Berita HUKUM - Andi Lolo, warga binaan Lapas Bollangi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga meninggal dunia tidak wajar. Keluarga menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Istri korban, Maryam mengatakan, suaminya meninggal tak wajar.

Sebelumnya, warga Binaan Lapas Kelas II A Bollangi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu, meninggal dunia dalam status di bawah pengawasan aparat Polda Sulsel.

Maryam istri almahrum melihat kematian suaminya tak wajar. Dia mengatakan, banyak luka-luka lebam di sekujur tubuhnya. Tangan sebelah kanan juga sudah patah seperti orang stroke. Tulang pinggang dan punggung juga seperti kalau patah.

“Banyak luka lebam mulai tangan dan punggung, serta ada tusukan seperti bekas jarum di kepala, dan bagian tangan kanan patah, akan menuntut orang yang menjemput suami saya dan memukul suami saya," ujar Maryam usai pemakaman suaminya, Jumat, (17/12).

Maryam mengatakan tak menyangka, nyawa suaminya Andi Lolo, akan berakhir secara tragis seperti itu, padahal baru kemarin sang suami mengatakan, bahwa dirinya akan bebas tahun depan dengan bercanda mengatakan itu rahasia, ternyata bebas seperti ini yang dia maksud, jelas Msryam.

"Kemarin dia kasi kabar, dia maumi lepas tahun depan. Tetapi dia rahasiakan bulan berapa,” tambah Maryam.

Terkait hal tersebut, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol H Agoeng Adi Koerniawan SH, mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

"Apabila ada pelanggaran SOP serta Protap yang telah ditetapkan, maka pihak Propam akan menindak sesuai dengan kode etik Kepolisian. Sementara ini kita masih menunggu hasil autopsi dari Bid Dokkes Polda Sulsel untuk tindak lanjutnya,” tegas Kombes Agoeng.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait > Lapas
 
  Kalapas Yosafat Sebut 1.806 dari 2.040 WBP Lapas Salemba Terima Remisi HUT ke-77 RI, 16 Bebas
  Peringati HDKD ke-77, Lapas Salemba Gelar Baksos Membersihkan Masjid As-Salam BPOM RI
  Putusan Kasasi MA Tak Kunjung Terbit, Terpidana Kasus Pajak Dibebaskan dari Rutan
  7.483 Narapidana di DKI Jakarta Dapat Remisi Khusus Idul Fitri 1443 Hijriah, 46 Napi Langsung Bebas
  Ditjen PAS Konfirmasi Ke Kalapas Klas I Cipinang: Kabar Soal Pungli Alas Tidur Napi, Tidak Benar
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sekjen PBB Sebut Dunia Dalam Bahaya, HNW: PBB Jangan Mandul

HUT Lalu Lintas Polri ke-67, Kapolri Listyo Sigit Luncurkan Program Prioritas E-TLE Nasional

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

OTT KPK di MA, Firli Kembali Tegaskan Pentingnya Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

Diduga Merampas Tanah Warga Tanpa Hak, Juanda Mustapa Dilaporkan ke Kejaksaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2