Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PKS
Ngobrol Santai Presiden Ahmad Syaikhu, Pimpin PKS dengan Cara Asyik
2020-11-30 20:07:58
 

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu (Asyik).(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Usai agenda Munas V PKS Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu (Asyik) menyempatkan diri untuk "Ngobrol Santai" bersama tim media PKS. Ternyata sosok Asyik memiliki hobi bernyanyi, gowes, dan produktif dalam menulis. Berikut perbicangan Presiden Asyik bersama PKS.id dan PKS TV:

Sedikit flashback, Ustadz. Mungkin sebulan dua bulan yang lalu. Ketika Ustadz Ahmad Syaikhu terpilih menjadi presiden PKS. Acaranya juga di tempat yang sama ini. Ustadz sempat menangis ketika diumumkan. Apa yang dirasakan Ustadz saat itu?

Ya, yang dirasakan betapa beban menjadi presiden partai ini berat. Makanya apalagi ini PKS. Kan banyak kader-kader yang dari sisi kelebihan-kelebihannya lebih dari saya. Dari sisi akademisi, dari sisi prestasi akademik, dari sisi jejaring, dari sisi banyak sisi lah. Saya memahami betul karena saya banyak kelemahan dibanding beberapa kader-kader yang lain yang memang lebih leading gitu untuk memimpin.

Tetapi karena saya nggak diperbolehkan untuk mundur akhirnya saya pegang dan insya Allah dengan kebersamaan insya Allah kita akan bersama-sama membesarkan PKS ini.

Jadi memang tidak ada kesempatan untuk mundur, Ustadz?

Tidak ada kesempatan. Iya, makanya saya pegang dan kemudian kita minta dukungan dari teman-teman lain. Alhamdulillah, hampir seluruhnya memberikan support dan dukungan secara all out. Makanya kerja-kerja satu bulan ini termasuk dalam penyiapan Munas ke 5 ini alhamdulillah support yang luar biasa, sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.

Ustadz tadi di awal ada sholawat dari Ustadz, suara pribadi Ustadz. Ini kan kami selama ini mengenal Ustadz suka menyanyi juga, makanya ditampilkan. Nah ini banyak di beberapa video menyanyi Ustadz itu ada banyak beberapa yang viral Ustadz. Nah ada ini nggak, pengen bikin single atau apa gitu?

Yang bikin viral video saya PKSTV. Kalau sebelumnya saya bikin video dua tahun yang lalu. Memang sebagiannya nggak terpublish dengan baik ya, karena memang kita buat konsumsi konsumsi pribadi dan beberapa orang saja. Tapi setelah kemudian ada anak-anak milenial yang menangani, akhirnya ternyata banyak yang mempublish sehingga akhirnya menjadi viral. Mudah mudahanlah kedepan masih ada beberapa lagu lagi yang memang saya sudah buat, mungkin dalam pentahapan tahapan kedepan mudah-mudahan.

Bahkan ada satu video lagu ustadz yang dijadikan buat senam, itu juga viral juga Ustadz.

Oh iya itu peninggalan Pilkada Jawa Barat.

Pilkada Jawa Barat, jadi kita sedikit mengenang ya disana. Kalau boleh tau Ustadz sejak kapan Ustadz mulai menyanyi?

Saya sebenarnya nggak bisa menyanyi, cuma dulu kalau saya memang tilawatil quran, bisa saya. Taghonni, membaca quran dengan dilagukan. Ada bayati, sikkah, hijaz gitu ya. Memang aslinya dari situ. Saya pernah juara di Kabupaten Cirebon, juara satu tingkat anak-anak. Tapi setelah remaja dewasa itu nggak pernah ikutan lagi.

Nggak didalami ya?

Iya nggak didalami. baru-baru ini aja kemudian ketemu dengan beberapa seniman dan akhirnya suruh buat lagu, yasudah kita mulai.

Setelah kemarin diumumkan. Nah kemudian Ustadz itu keliling ke berbagai daerah. Nah ini yang menarik nih. Staff itu sampai di shift karena kelelahan. Nah kok bisa Ustadz nggak merasa lelah gitu?

Ya, sebenarnya sama-sama juga lelah. Cuma karena melihat kader yang begitu semangatnya kelelahan-kelelahan juga terkurangi. Jadi dalam dakwah itu ada yatamatta' fii mata'i bi dakwah. Menikmati kelelahan-kelelahan itu. Sama-sama lelah. Kemarin saya rekaman lagu juga kelihatan lelahnya. Itu lagu ya maulana itu, lelah sekali. Tapi ketika ini kan kita ditarget dengan waktu, kita melihat bahwa pilkada ini 9 desember itu sudah harus dilangsungkan. Sementara kita ingin memberikan support terhadap kader-kader yang maju dari PKS untuk bisa mereka struggle di lapangan. Nah, itulah makanya tempat-tempat yang kita prioritaskan untuk datangi sampai 9 atau 8 Desember ini.

Nah, kita ingin pastikan bahwa struktur bekerja, kemudian juga pejabat publiknya bekerja, dan kader serta simpatisannya juga bekerja untuk pemenangan pilkada itu. Nah ini yang kita lakukan didalam safari pemenangan Pilkada.

Alhamdulillah dimana kita mendatangi tempat-tempat itu, semua merespons bagus luar biasa. Contoh misalnya ketika kita ke kendari. Dari mulai kita turun di bandara sampai ke kota kendari. Itu dipasang bendera-bendera terus sampai ke kotanya. Itu dipasang rupanya, saya tanya. Berapa itu bendera yang terpasang. 15.000. Kayanya mau mau ngabisin stok juga bendera lama.

Kedua, baliho-baliho ucapan selamat datang apa, habis itu papan-papan iklan itu. Keluarin itu. Malah yang nggak sempat bikin disitu, bikin secara sendiri.

Yang menariknya nih. Ketika Ustadz pergi ke daerah-daerah tersebut. Ternyata dijadwalkan gowes. Ini mungkin bagian dari olahraga kesukaan ya kali ya Ustadz ya?

Jadi gowes juga kan bagian dari kebugaran ya, kalau kita dipacu dari pagi sampai sore itu.

Paling favorit nggak Ustadz?

Iya favorit. Olahraga yang direkomendasikan dokter ke saya itu, dua sebetulnya, gowes sama renang. Cuma yang renang itu kan situasi sekarang juga banyak agak gak kondusif. Ya paling gowes aja gitu.

Nah itu kalau gowes terjauh dan yang paling tak terlupakan itu kapan?

Jadi saya waktu jadi wakil walikota ngadain acara namanya, Patriot adventure. Jadi itu berkeliling dari Kota Bekasi, finsih juga nanti di Kota Bekasi. Ada tiga tingkatan. Pertama ada yang 50km, ada yang 100km, ada yang 200km. Nah saya ikut yang pertengahan aja, 100km.

Kan tadi launching buku Ustadz, saya melihat akhir-akhir ini kayaknya ada beberapa ide-ide Ustadz, gagasan Ustadz yang dibukukan. Ini sambil aktif di DPR Ustadz mampu membuat buku sekaligus. Ini udah padat disana, gimana tips produktif nulis di tengah kesibukan apalagi sekarang sebagai presiden PKS akan lebih sibuk lagi?

Kalau memang sendirian berat ya. Makanya saya minta bantuan beberapa orang. Kayak misalnya TA-TA saya kan di DPR ada 5 tenaga ahli saya. minta juga untuk bisa mempersiapkan. Saya misalnya saat bicara dalam satu kesempatan, dia merekam, dia menuliskan, dan pembicaraanya itu esensinya adalah esensi pembicaraan saya. Hal seperti itu sangat mungkin, dan itu saya lakukan dari dulu saya di DPRD Provinsi nerbitin satu buku di DPRD Provinsi. Ketika di Wakil Walikota saya juga bikin buku Bekasi Rumah kita, kemudian juga seluk beluk car free day Kota Bekasi. Jadi banyak itu. Kemudian di DPR RI ini saya bikin setiap masa sidang satu buka, jadi ini sudah 5 buku. Masa sidang setahun 5 kali jadi setahun 5 kali. Jadi ketika saat reses saya bagi ke konstituen. Itu luar biasa dampaknya ya, konstituen-konstituen saya paham apa yang dikerjakan oleh anggota dewan dalam satu masa sidang itu.

Misalnya kaitan bagaimana perjuangan untuk membela, kaitan untuk mengawal RUU HIP. Itu satu buku persis itu. Ada lagi kaitan dengan pembelaan terhadap omnibus law, jadi ini akan terkawal dengan baik karena terekam jejaknya didalam buku itu.

Sebagai presiden partai saat ini, apa fokus PKS 5 tahun kedepan selama masa pemerintahan Ustadz?

Insya Allah seperti hal nya yang sudah saya sampaikan ke beberapa media. Bahwa sejak saya dicanangkan sebagai presiden partai itu saya juga memprogramkan agar kedepan kita ingin mempersiapkan kepemimpinan nasional dengan basis kepemimpinan daerah. Jadi kita melihat suasana seperti sekarang ini, ini lemahnya kepemimpinan di tingkat nasional. Ini tentu peluang bagi PKS untuk di 2024 mudah mudahan, bisa ada kader-kader yang dicalonkan untuk bisa tampil menjadi pemimpin nasional. Nah oleh karena itu dari sekarang kita akan mulai bekerja untuk mencari siapa sosok pemimpin nasional yang kiranya layak untuk dicalonkan kedepan.

Oleh karena itu pejabat-pejabat publik yang sekarang ini sudah duduk di jabatan publik, ya itu adalah tokoh PKS. Saya bilang jangan sampai kemudian dilepaskan itu ketokohannya. Begitu juga pejabat publik yang memang sudah menyelesaikan jabatannya, terus ketokohannya itu dipertahankan sehingga terus bisa ditingkatkan.

Nah ini yang harapannya ketika nanti ada Pilkada ada juga Pemilu termasuk Pilpres kita nggak kesulitan untuk mencari siapa yang layak untuk dicalonkan. Insya Allah.

Dalam Munas kali ini meluncurkan tagline #BersamaMelayaniRakyat dan gerakan #PKSPelayanRakyat. Nah ini apa terjemahan dalam aksi nyatanya kedepan akan seperti apa?

Saya kita banyak aksi-aksi nyatanya apalagi dalam suasana Covid-19 ini dimana kita ingin meminta kader dan simpatisan PKS untuk lebih dekat memberikan perhatian terhadap dampak Covid-19 itu. Dampak ini bukan hanya sekedar kesehatan, kesehatan iya tapi juga yang dampak berikutnya adalah kaitan dengan ekonomi. Maka yang ekonomi itu harus diberdayakan betul. Makanya saya mengangkat anak milenial, dokter Gamal Albinsaid ini dia adalah ahli sociopreneur. Dengan harapan sekarang banyak anak-anak muda yang menganggur, yang nggak punya pekerjaan, ada yang udah punya pekerjaan juga di jobless. Nah ini yang kemudian kita harus persiapkan mereka bisa survive. Nah itulah dengan bagaimana menghidupkan peluang-peluang bisnis karena memang mereka itu tumpuan harapan kedepan. Nah ini kreativitas-kretivitas ini. Kita berharap keberadaan dokter Gamal nanti akan bisa meningkatkan peran-peran PKS dalam kiprah kiprah tadi, memberdayakan anak-anak muda untuk bisa survive menyongsong masa depannya.

Ini mungkin lebih ke sebagai sikap politik PKS. Ketika baru dilantik, ustadz menyatakan bahwa PKS akan menyatakan sikap konsisten untuk diluar pemerintahan. Nah apakah dalam Munas ke 5 PKS ini, itu mempertegas pernyataan tadi?

Ya, saya pertegas tadi saya katakan dalam pidato saya bahwa PKS akan konsisten berada di oposisi. Kenapa opsisi ini bukan sekedar asal beda dengan pemerintah. Kalau pemerintah memang memberikan kebijakan yang bagus ya kita apresiasi. Kalau pemerintah kebijakannya tidak menguntungkan rakyat bahkan lebih merugikan rakyat ya kita kritisi. Contoh beberapa hal yang kritisi adalah RUU HIP ya Haluan Ideologi Pancasila, RUU Cipta Kerja. Ini kita kritisi termasuk penanganan pandemi Covid-19 juga kita kritis, kenapa? karena ada harapan kita ingin harusnya penanganannya bisa lebih baik lagi. Ini yang kemudian kita sampaikan ke pemerintah dengan baik.

Alhamdulillah mungkin beberapa pertanyaan tadi menjadi gambaran bahwa PKS kedepan seperti apa. Satu lagi ustadz, mungkin closing statement, peryataan ustadz kepada kader PKS seluruh Indonesia.

Kepada para kader PKS di seluruh Indonesia saya berharap bahwa, mari kita mulai kepemimpinan ini dari diri kita sendrii masing-masing, dan Kita perkuat kekokohannya didalam keluarga kita. Karena keluarga kita adalah sebagai satu miniatur dari kehidupan di masyarakat dan negara. maka itu hadirlah menjadi pemimpin di tengah keluarga. Dan seorang Ayah hadir sebagai pemimpin di keluarganya, seorang Ibu siap siap untuk mengkader anak-anaknya sehingga insya Allah kedepan kita akan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin di tengah masyarakat dan dalam kehidupan bernegara.

Dan saya berharap kepada kader dan simpatisan PKS mari kita menangkan Pilakda 2020 ini karena ini adalah anak tangga bagi sukses kita di 2024. Kelalaian kita atau abai kita dalam mempersiapkan 2020 dalam Pilkada ini tentu dampaknya akan berat untuk mencapai target-target yang akan kita inginkan di tahun 2024, dimana targetnya cukup besar ya, yaitu minimal 15%. Jadi bayangkan sekarang 8,4% jadi hampir dua kali lipat. dua kli lipat lebih ini. Cuma saya melihat optimisme ini, karena melihat antusiasme masyarakat juga, termasuk juga anak anak milenial ketika menyambut PKS hari hari ini, akhir akhir ini. Mereka semangat.(pks.id/bh/sya)



 
   Berita Terkait > PKS
 
  Ngobrol Santai Presiden Ahmad Syaikhu, Pimpin PKS dengan Cara Asyik
  Cegah Demokrasi Jalanan, JK Minta PKS Bawa Suara Umat Dengan Baik
  Kepengurusan Baru DPP PKS 2020-2025 Sah Terdaftar di Kemenkumham
  Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
  PKS Siap Berperan Sebagai Checks and Balances Sendirian
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2