Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kasus Tanah
Anak Curi dan Palsukan Sertifikat Tanah Milik Ayahnya, Polisi: Pelaku AF Libatkan Mafia Tanah
2020-03-04 21:02:31
 

Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat konferensi pers penangkapan kasus pencurian dan pemalsuan sertifikat yang melibatkan mafia tanah.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan tersangka berinisial AF, pelaku pencurian sertifikat tanah milik ayahnya yang disimpan dalam sebuah brangkas. Dan pelaku kemudian berusaha menggadaikan sertifikat tanah tersebut dengan segala cara, seperti menyewa komplotan mafia tanah untuk meluluskan niat jahatnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, otak dari tindak kejahatan ini merupakan anak dari korban sendiri. Pelaku tak sekadar mencuri sertifikat, lanjut Yusri, ia juga meminta bantuan orang lain untuk menduplikasi sertifikat asli itu dan mengembalikan yang asli ke tempat semula (brangkas).

"Sertifikat itu sebelum digadai dipalsukan dulu oleh anaknya (AF). Pemalsuan sertifikat dilakukan bersama para mafia tanah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/3).

Setelah dipalsukan, AF kemudian mengajak dua orang tersangka untuk berpura-pura menjadi orangtuanya. Keduanya kemudian dibawa ke notaris untuk menandatangani akta jual beli lahan tersebut.

"Semua dokumen dilengkapi, termasuk KTP asli tapi palsu atas nama kedua orangtua AF dan surat nikah palsu orangtuanya sebagai pemilik rumah," jelasnya.

AF tega melakukan tindak kejahatan ini lantaran ketergantungannya pada narkotika jenis sabu. Diketahui ia juga memiliki sejumlah hutang kepada seorang bandar narkoba.

"AF yang mengalami ketergantungan narkoba itu mau menjual rumah orang tuanya dan melibatkan mafia tanah," jelas Yusri.

Sementara itu, Panit Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro AKP Reza Mahendra mengatakan, semua dokumen palsu terkait rumah di kawasan Cipete itu digunakan AF untuk jaminan pinjaman senilai Rp 3,7 miliar. Sementara harga rumah dan lahan tersebut ditaksir mencapai Rp 60 miliar.

Saat jatuh tempo pembayaran, lanjut Reza, orangtua AF kaget lantaran ada orang yang hendak mengeksekusi rumahnya. Padahal mereka tidak pernah menjaminkan sertifikat rumah tersebut kemanapun.

"Dari sini orang tua si anak melaporkan kasus ini hingga Tim Subdit Harda menangkap para pelaku semuanya tujuh orang," terangnya.

Adapun peristiwa tindak kejahatan tersebut terjadi pada Oktober 2019. AF dan para mafia tanah kemudian ditangkap polisi pada 15 Januari 2020.

Atas perbuatannya, AF bersama para mafia tanah dijerat dengan pasal 367 KUHP tentang pencurian dalam keluarga, kemudian pasal 263 tentang pemalsuan dokumen, pasal 264, dan Pasal 266, jo pasal 55 KUHP.

"Kasus mafia tanah terus kita dalami, bisa ada TPPU-nya (tindak pidana pencucian uang). Sementara tersangka yang narkoba kita serahkan ke Direktorat Reserse Narkoba," tutup Yusri.(bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Masa Berlaku SIM Habis, Polda Metro Jamin Tidak Akan Menilang Pengendara Sampai 30 Juni 2020

Layanan Dibuka Kembali, Polri Beri Dispensasi Waktu Perpanjangan SIM Bagi Masyarakat Sampai 29 Juni 2020

Lakukan Pembatalan Pemberangkatan Haji 2020 Sepihak, Menag dinilai 'Offside'

Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ruslan Buton Ajukan Gugatan Praperadilan, Polri: Hak Tersangka

Seandainya George Floyd Orang Indonesia

Polri Ungkap Sindikat Narkoba Internasional, 6 Pelaku Ditangkap dengan Sabu 402,380 Kg

Polri Siap Dukung Program Padat Karya Pemerintah

Tantangan Luhut Pandjaitan Pada Pengkritik Utang Pemerintah Disanggupi Dosen Senior UI

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2