Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Pangan
Ancaman Krisis Pangan Pasca Wabah Covid-19, Pemerintah Harus Mengambil Langkah Cepat
2020-04-28 22:55:54
 

Dolfie Rompas, SH, MH.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Akibat wabah virus corona (Covid-19) mulai berdampak pada ekonomi masyarakat, lebih khusus masyarakat kelas bawah. Food And Agriculture Organisation (FAO) bahkan memprediksi kurang lebih 13 lusin negara akan mengalami krisis pangan.

Pemerintah pun dinilai harus mengambil langkah cepat untuk menghadapi krisis pangan yang akan melanda dunia pasca wabah virus Corona.

"Saya optimis Indonesia akan mampu menghadapi krisis pangan nanti, karena kita memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Kita harus bersyukur karena Tuhan Menganugerahkan Tanah yang subur di Bumi Pertiwi Indonesia yang kita tempati," kata salah seorang praktisi hukum, Dolfie Rompas kepada awak media, Selasa (28/4).

Ia berharap, pemerintah segera bergerak cepat untuk mengambil langkah-langkah kongkrit sebelum terjadi krisis pangan.

Menurut Dolfie yang juga Dewan Penasehat Hukum pada media KabarXXI ini, pemerintah Indonesia dapat membuat kebijakan dengan memerintahkan prajurit TNI - Polri yang memiliki fisik yang baik untuk membantu para petani untuk menanam tanaman pangan di mana-mana di seluruh Indonesia.

"Kalau perlu, lahan-lahan yang masih kosong yang belum dikelola, baik milik swasta maupun milik negara dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pangan kita ke depan," ungkapnya.

"Saat ini, kita harus bersatu padu untuk mengatasi masalah bangsa. Kita harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bangsa kita bisa melewati wabah Corona dan ancaman krisis pangan," tutupnya.

Sementara, dilansir media cnbcindonesia pada, Selasa (28/4), Dirut Perum Bulog Budi Waseso sebelumnya sempat mengungkapkan stok-stok selain beras mulai menipis. Dari beras, data hingga 9 April atau hari ini, Buwas memastikan stok beras Perum Bulog mencapai 1.441.396 ton, yang didominasi dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.390.000 ton serta beras komersial sebesar 53 ribu ton.

Kemudian, bawang merah sebesar 0,27 ton, bawang putih sebanyak 0,5 ton serta telur ayam sebesar 20,28 ton. Sayangnya, stok jagung Bulog saat ini sedang kosong.

Kemudian gula di Bulog sebesar 5.068,53 ton dan masih akan terus dilakukan pengadaan untuk mencukupi kebutuhan gula, daging kerbau sebesar 113,21 ton, minyak goreng sebanyak 781,15 kilo liter serta tepung terigu 614,64 ton.(dr/Er/KabarXXI/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pangan
 
  Ancaman Krisis Pangan Pasca Wabah Covid-19, Pemerintah Harus Mengambil Langkah Cepat
  Pemerintah Dinilai Tidak Pro Ketahanan Pangan Saat Pandemi Covid-19
  Ojek Online Minta Jam Operasional dan Lokasi Gerai Toko Tani Kementan Ditambah
  Sidak ke Pasar Palmerah, Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana: Kami Akan Tindak Tegas Penimbun Bahan Pokok
  Kabareskrim Polri: Stok Bahan Pangan Aman, Masyarakat Tidak Perlu Panik
 
ads1

  Berita Utama
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur

Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal

Polri Siap Masifkan Protokol New Normal

Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia

Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah

Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2