Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Jokowi
BEM PTAI Nyatakan Tidak Ikut Serta Aksi Demo Mahasiswa 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
2018-09-14 11:35:48
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Momentum Empat (4) tahun pemerintahan Jokowi-JK merupakan ajang untuk mengevaluasi, menagih, mendesak, dan menuntut hak-hak dan kewajiban pemerintahan sesuai yang tercantum di dalam visi misi yang dalam hal ini oleh Jokowi-JK dituangkan dalam program Nawacita. Berbagai survei sudah menunjukkan akan kepuasan dan kelemahan serta efektif atau tidaknya kinerja kabinet kerja Jokowi-JK dalam mengelola negara.

Beberapa hal yang menjadi sorotan 4 tahun masa pemerintahan Jokowi adalah terkait dengan nilai tukar rupiah yang melonjak dan memasuki angka 15.000 rupiah per-dollar Amerika. Ada juga peningkatan harga BBM yang subsidinya dicabut sehingga pada akhirnya berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok. Isu lain yang terkait adalah impor besar-besaran dan pengandalan hutang luar negeri yang dilakukan oleh masa Jokowi-JK.

"kenaikan harga BBM, Dolar tak terbendung yang berimbas naiknya bahan pokok, hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan maupun kemasyarakatan melakukan demo aksi terhadap kebijakan pemerintahan saat ini. Akan tetapi, kami dari BEM PTAI akan melakukan tabayun, dan mencoba untuk meninjau ulang apa sebenarnya yang terjadi di dalam internal kepemerintahan Jokowi-JK," kata Perisidium Nasional BEM PTAI Jakarta, Nica Ranu Andika, Jumat (14/9).

Maka dari itu, lanjut Nica Ranu Andika, berdasarkan uraian di atas, kami dari BEM PTAI Se-Indonesia menyatakan tidak ikut serta dalam aksi apapun. Juga termasuk organisasi-organisasi yang mengatasnamakan BEM PTAI.

"Jika ada organisasi maupun oknum yang mencatut nama BEM PTAI, maka dengan ini kami menyatakan bahwa hal tersebut bukan atas tanggung jawab BEM PTAI se-Indonesia," tegas Nica Ranu Andika yang mewakili Presnas BEM PTAI se Indonesia

Ia juga menyampaikan nama pengurus Presidium Nasional (Presnas) BEM PTAI se Indonesia "iya masyarakat harus tau karena sudah mulai banyak pencatutan dalam melakukan aksi dan kita harus tau siapa yang bergerak di lapangan dan siapa yang bertanggung jawab, ini nama sahabat kami yang ada di seluruh Indonesia, Presnas Jawa Timur, Anis Rohmatullah, Presnas Jateng Ahmad Wasi' Uzzulfa, Presnas Jawa Barat, Doni Maulana, Presnas Sumatra Selatan, Agus Suherman Tanjung, Presnas Banten Ade putra, Presnas Sulawesi Tengah, Muh Rizal, Presnas Aceh, Jumiadi,Presnas Sumut, Zulkifli, Presnas Gorontalo, Arafiq, Presnas Kalbar, Anwar fuadi, Presnas Ternate, Furqan, Presnas Palopo, Fikram Kasim, Presnas Bengkulu, Hanif, Presnas Kaltim Osvaldo, Presnas DI Yogyakarta, Zulhamri, Presnas Sulut, Taufan, Presnas Jambi, Arpah, Presnas Riau Eko," tutupnya(bh/bar)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Kedua Pasangan Capres dan Cawapres Indonesia 2019 Mengikuti Deklarasi Kampanye Damai

Gerindra dan Nitizen Kritik Sikap Hormat Jokowi Saat Lagu Indonesia Raya

Rizal Ramli: Impor Beras Dikelola Kartel

KPU Loloskan dan Tetapkan Dua Pasangan Capres-Cawapres Indonesia Peserta Pilpres 2019

 

  Berita Terkini
 
Kedua Pasangan Capres dan Cawapres Indonesia 2019 Mengikuti Deklarasi Kampanye Damai

Tragedi di Danau Victoria, Setidaknya 200 Orang Meninggal Dunia

Din Syamsuddin Mengundurkan Diri dari Posisi Utusan Presiden

Mu'ti: Kader Muhammadiyah yang Menjadi Timses Harus dapat Menjadi Teladan dalam Berpolitik

Kapuskes TNI: Tanamkan Semangat Militansi Pada Pelaksanaan Baksos Kesehatan TNI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2