Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Sampah Plastik
Bakamla: Konsen Sampah Plastik, Upaya Menjaga Ekosistem dan Kebersihan Laut
2016-02-11 15:21:07
 

Dicky R. Munaf, Pelaksana tugas Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI.(Foto: BH/yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sampah, buangan dari sisa-sisaberbagai konsumsi manusia ini, kini mulai menjadi perhatian dari berbagai pihak. Mulai dari sisa barang tidak layak pakai hingga kotoran yang ber-limbah. Untuk itu dalam mengurusi sampah tersebut tentunya sangat dibutuhkan peran serta dari semua pihak.

"Bukan hanya mengamankan dan menjaga keselamatan di laut saja, tugas dari Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, tapi persoalan sampah di laut juga merupakan bagian tugas jajaran Bakamla RI," jelas Dicky R. Munaf, Pelaksana tugas Sekretaris Utama (Sestama) Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia di ruangan coffee morning, Bakamla RI, Jakarta pada, Rabu (10/2).

Disamping meningkatkan kemampuan dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia, Bakamla RI sebagai salah satu institusi di dalam Pemerintahan RI, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2014, mempunyai tugas dan fungsi yang sektoral.

Peran dan fungsi Bakamla RI adalah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari permasalahan kehidupan, situasi dan kondisi yang ada di laut. Seperti halnya persoalan sampah yang ada di perairan laut Indonesia, baik yang ada dipinggir laut maupun ditengah laut, khususnya sampah plastik yang tidak mudah terurai begitu saja.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh hasil riset Jenna R. Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12 Februari 2015), dan yang diunduh dari laman www.iswa.org pada tanggal 20 Januari 2016 menyebutkan bahwa, Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Cina (Tiongkok), dimana dari data terakhir tersebut, Indonesia adalah penyumbang sampah plastik mencapai 187,2 ton.

Permasalahan inilah yang sangat membutuhkan sinergitas dari berbagai pihak, baik peran masyarakat dan juga dari institusi pemerintahan.

Menilik hal tersebut, Dicky R. Munaf, Pelaksana tugas Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, menaruh perhatiannya terhadap data yang ada, apalagi dampak adanya sampah plastik yang beredar di laut akan mengganggu keberlangsungan kehidupan ekosistem dan kelestarian wilayah laut Indonesia.

"Ini menjadi konsen kami, untuk berupaya membantu pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah plastik yang ada di laut, dan menjaga ekosistem yang ada di laut," ujar Dicky.

Bentuk konsen dan kepedulian tersebut diutarakan oleh Dicky R. Munaf dan disambut baik oleh jajaran Bakamla. Kata Dicky, Bakamla RI siap melakukan kerjasama dengan pihak mana pun untuk ikut berperan serta dalam menjaga ekosistem, kebersihan dan kelestarian laut di wilayah perairan Indonesia.

Untuk menggalakkan kepedulian terhadap sampah plastik yang ada di laut itu memang tidak mudah, dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak. Dikarenakan sampah plastik itu sebagian ada di tengah laut, dan ini sangat berbahaya bagi ekosistem di laut.

"Kemarin kami sudah kirim surat ke Kementerian Lingkungan Hidup, dan kami konsen terhadap kondisi sampah plastik yang ada di laut," ungkap Dicky R. Munaf, saat ditanya peran dan tugas Bakamla RI, terkait perhatian Bakamla RI terhadap sampah plastik tersebut.
Ini penting bagi kami, Bakamla RI dan bersama sama para pihak untuk menciptakan kondisi laut yang alami dan menjaga ekosistem di perairan laut Indonesia, tutupnya.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > Sampah Plastik
 
  Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri
  Pemerintah Harus Jelas Tangani Sampah Plastik
  Dyah Roro Dorong Pemerintah Serius Tangani Sampah Plastik
  Marine Plastic Debris Menjadi Ancaman Baru Negara Asean
  Indonesia Penghasil Sampah Plastik Kedua Terbesar di Dunia
 
ads1

  Berita Utama
Din-Rachmat dan Sinergi Muhammadiyah-NU di KAMI

Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pilpres AS: Siapa Capres yang Diinginkan Menang oleh China, Iran, dan Rusia?

Dewan Pers Indonesia Kecam Intimidasi Oknum Polisi Terhadap Jurnalis DailyKlik

Din-Rachmat dan Sinergi Muhammadiyah-NU di KAMI

Kecam Sikap Vanuatu di Sidang Umum PBB, Wakil Ketua MPR: Vanuatu Mencederai Hubungan Diplomatik

DPR Sahkan RUU Bea Meterai, Tarif Jadi Rp 10.000

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2