Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Hoax
Begini Tuduhan Cawapres Maruf Amin yang Bikin Warga Banten Sakit Hati
2019-03-07 19:19:09
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Wakil Presiden Maruf Amin membuat warga Banten sakit hati karena mengatakan informasi yang disebar Juru Bicara Prabowo - Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak hoaks. Dahnil kala itu dalam akun twitternya @Dahnilanzar dengan followers 220.423 orang, Dahnil menyinggung kondisi Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten masih terpuruk dan minim sarana penunjang.

Dahnil pun memposting sebuah video yang mempertontonkan dua warga di Kabupaten Pandeglang tengah membawa seorang kakek menuju puskesmas Sindangresmi dengan menggunakan tandu yang terbuat dari sarung dan bambu.

"Bagi rakyat di Desa, untuk memperoleh akses layanan kesehatan tidak mudah, mrk harus menempuh jarak dan "medan" serta sarana yang sulit. Maka, perubahan harus dilakukan akses kesehatan untuk masyarakat pedesaan akan menjadi perhatian utama pemerintahan @prabowo @sandiuno," tulis Dahnil, Sabtu (2/3).

Namun Maruf Amin menyatakan informasi Dahnil itu hoaks.

"Itu tidak betul di sana kan ada bupati bahkan sekarang lagi dibikin jalan tol dari Serang menuju Panimbang dan banyak fasilitas yang diberikan," kata Maruf Amin saat kepada awak media saat kunjungan di Kota Serang, Minggu (3/3).

Maruf Amin menjelaskan pemerintah baik daerah, provinsi hingga pusat telah berusaha dalam melakukan pembangunan.

"Dia (Dahnil Anzar - Red) tidak tahu Pandeglang dia nggak ngerti Banten. Kalau belum maksimal iya, kan perlu step by step tapi kan sudah ada Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Keluarga Harapan," kata Maruf Amin.

Hanya saja, Rifa'i, warga Banten sakit hati Maruf Amin sebut kakek sakit ditandu pakai sarung hoaks. Rifa'i adalah anak pertama Ahmad Tholib (70), kakek yang yang ditandu menggunakan sarung dan bambu di Serang, Banten. Peristiwa orang sakit ditandu pakai sarung itu benar.

Video kakeknya yang ditandu pakai sarung itu viral di media sosial. Dalam video itu tampak Ahmad Tholib ditandu pakai sarung menuju puskesmas.

"Waduh, bagaimana kalau abah (Ahmad Tholib) denger? Saya saja sebagai anaknya sakit hati. Itu kan ada video dan foto-fotonya dari awal perjalanan sampai puskesmas (ada), masa dituduh hoaks sih," kata Rifa'i, Minggu malam.

Senada dengan Rifa'i, Muhadin warga yang mendampingi Ahmad Tholib untuk dapat perawatan, mengaku sakit hati dengan pernyataan Maruf Amin.

"Subhanallah, hal nyata dituduh hoaks. Ngeri," ujarnya singkat.

Namun, meski sakit hati dengan ucapan Maruf Amin, Muhadin memilih untuk bersabar dan tak akan menempuh sikap apapun.(suara/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
  Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
  Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
  FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
  Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
 
ads

  Berita Utama
Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI

Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!

Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0

 

  Berita Terkini
 
Harus Ada Langkah Preventif Atasi Karhutla

Presiden Jokowi Diharapkan Angkat Jaksa Agung dari Jaksa Karier

Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Agustus - September MPR Menggelar Acara Kebangsaan

Parpol Belum Maksimal Melakukan Pendidikan Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2