Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Tambang
CV JAR Jual Batubara Diduga Tanpa Dokumen RKAB Viral di Medsos Twitter
2020-09-10 09:44:44
 

Batubara yang sedang dimuat diatas ponton.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Perusahan Batubara CV. Jasa Andhika Raya (PT. JAR) yang berlokasi di Desa Loa Ulung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) diduga melakukan penjualan Batubara yang disinyalir tidak mengantongi izin lengkap Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim.

Sebelumnya seorang tokoh masyarakat Loa Ulung bernama Haji Armansyah sebagai Ketua RT. 02 Desa Loa Ulung, Kukar kepada pewarta pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WITA mengatakan bahwa saat ini adanya terjadi muatan batubara diduga kuat milik PT. JAR yang dijual kepada Agung, namun kami warga menuntut hak yang belum semuanya di penuhi, seperti perbaikan jalan juga pemakaman. "Sehingga kami bersama warga sepakat besok pertemuan kalau tidak ada penyelesaian, maka warga akan menahan kapal Pontoh muatan batu bara tersebut," terang Haji Arman.

"Jadi besok rencana kami warga akan melakukan pertemuan dulu dengan Pak Irwan, apabila hasil pertemuan tersebut pelayanan ada dan penyelesaian hak tuntutan seperti jalanan, sebagaian gaji karyawan juga belum di bayar, lahan warga sebagian sudah dibayar sebagian belum, yang paling utama tuntutan adalah jalanan kuburan yang runtuh akibat galian batubara. Apabila besok pertemuan tersebut tidak ada penyelesaian maka pontonnya akan kami tahan," ujar Haji Armansyah.

Ketua RT. 02 desa Loa Ulung, Kukar juga menambahkan bahwa selain tuntutan tersebut diatas sebagai RT yang memiliki kelompok tani dengan anggota 85 orang juga sebagian lahannya belum dibayar, jelasnya.

Terkait dugaan pengapalan Batubara diduga milik CV. JAR yang disinyalir tidak memiliki izin RKAB, Aini selaku staf Administrasi yang menerima Surat Tugas dari Direktur CV. Jasa Andhika Raya (CV JAR), Djoni Juanda mengatakan bahwa sejak menerima surat kuasa pengurusan RKAB pada tanggal 28 Pebruari 2020 hingga saat ini belum diterbitkan oleh ESDM Kaltim, jelas Aini kepada pewarta sambil memperliatkan surat kuasa dari Direktur CV JAR pada, Minggu (6/9).

"Saya selaku staf administrasi CV JAR yang ditugaskan untuk mengurus RKAB, namun hingga saat ini belum diterbitkan oleh ESDM Kaltim, jadi andaikan ada seseorang selaku pembeli Batubara milik CV. JAR yang mengatakan bahwa mengantongi RKAB dari ESDM, maka saya pastikan bahwa dokumen itu palsu atau dokumen terbang, karena sampai saat ini dokumen RKAB tersebut belum terbit," jelas Aini.

Sementara, diduga CV. JAR tidak memiliki izin RKAB juga muncul dan viral di medsos Twitter, akun Tweet Frangky @chanrwn dan Richard Oslo @Oslo_if pada tanggal 6 September 2020 mentweet "@yanmas_reskrim @jokowi sekarang sedang giat batubara Ilegal tanpa RKAB CV.Jasa Andhika Raya, dugaan Dokument terbang, Jety tak berijin, desa Loa Ulung Tenggarong Kaltim, 6/9/2020, indikasi Pembiaran oleh aparat."

Hal yang sama juga pada akun Tweeter Frengky menulis, Indikasi adanya pemuatan Batubara CV. Jasa Andhika Raya menggunakan dokumen terbang (RKAB belum ada), Jetybtak tidak berizin di desa Loa Ulung Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, saat ini melakukan giat

Sedangkan, selaku buyer yang bernama Agung yang membeli Batubara milik CV. JAR ketika di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com pada, Minggu (6/9) sekitar pukul 01.00 WITA melalui teleponnya mengatakan bahwa, perjanjiannya dengan CV JAR jelas setelah Pontonya penuh baru mengeluarkan uangnya, kalau tidak ya tidak maka tidak akan melakukan pembayaran.

Sebagai pembeli Batubara, Agung juga mengatakan bahwa telah juga membayar atas tuntutan warga walau tidak sepenuhnya, jelas Agung.

"Perjanjian saya dengan CV. JAR setelah Ponton penuh baru melakukan pembayaran, jadi belum ada uang sepersen pun juga kepada CV. JAR. Saya juga sudah membayarkan kepada warga mereka karyawan dan lainnya walau tidak semua, namun adanya komentar warga ya warga yang mana, saya tidak ambil pusing," ujar Agung.

Ketika disinggung terkait RKAB apakah ada RKAB yang dimiliki CV. JAR dalam melakukan penjualan Batubara, Agung mengatakan RKAB lengkap.

"Jadi toroan Pajero yang terbaru kalau ada yang ngomong belum ada, namun kalau saya yang menunjukkan ada RKAB maka belikan saya juga Pajero terbaru. Sebelum saya beli batu ini saya sudah komunikasi dengan semua orang, jadi saya tidak melanggar hukum dan ketentuan-ketentuan berlaku, saya ikuti, Apa yang menjadi keresahan warga saya ikuti termasuk uang makanya saya tidak mau membayar sebelum kesepakatan dengan warga terpenuhi, Saya telah melakukan pembayaran-pembayaran untuk gaji, loundry macam-macam kepada warga sudah saya berikan, kalaupun walau ada yang belum puas saya pikir tidak ada orang yang hebat di negeri ini atau dimanapun yang keputusannya yang bisa memuaskan semua pihak. Pasti ada satu dua orang yang tidak puas. Jadi ada kalau yang bilang RKAB tidak ada maka saya berani taroan Pajero terbaru, yang seri tertinggi saya berani berikan tapi harus bisa menunjukkan," tegas Agung.(bhg/gaj)



 
   Berita Terkait > Tambang
 
  KSOP Samarinda: Ditahannya Ponton Bintang Timur 03 Beserta Tugboat Muat Batubara CV JAR Karena Tidak Miliki Dokumen
  Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
  Terbukti Tidak Miliki RKAB, Ponton Batubara CV JAR Diamankan KSOP, Buyer Agung Dituntut Serahkan Pajero
  CV JAR Jual Batubara Diduga Tanpa Dokumen RKAB Viral di Medsos Twitter
  Dituding Jadi Sebab Longsor, Warga Sukajaya Pasang Spanduk Penolakan di Lokasi Tambang Emas Ilegal
 
ads1

  Berita Utama
Tepis Megawati, PKS: Kaum Milenial Banyak Karyanya

Libur Panjang Oktober 2020, Ditlantas Polda Metro Siagakan 749 Polantas di Lokasi Arus Lalu Lintas dan Tempat Wisata

Pakar Usulkan Vaksin Covid-19 Disuntikkan Dulu ke Pejabat

749 Personel Polda Metro Jaya Siap Kawal dan Amankan Lalu Lintas Selama Libur Panjang

 

ads2

  Berita Terkini
 
MUI Serukan Boikot Perancis !

Sikap Indonesia Soal Pernyataan Presiden Perancis Macron

Ketua MKD Ingatkan Makna Sumpah Pemuda

Sinergitas TNI-Polri Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Ulama Aceh Ditikam Saat Maulid, HNW: Terjadi Lagi...

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2