Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Lebanon
Didemo 2 Pekan Penuh, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri Mengundurkan Diri
2019-10-30 06:57:31
 

Pihak keamanan, pegiat Syiah dan pengunjuk rasa antipemerintah bentrok pada hari Selasa di Beirut.(Foto: REUTERS)
 
LEBANON, Berita HUKUM - Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan dirinya mengundurkan diri, setelah berlangsung aksi unjuk rasa besar-besaran dalam dua minggu terakhir.

Hariri mengatakan Lebanon mengalami kebuntunan dan perlu langkah terobosan untuk mengakhiri krisis.

Unjuk rasa pada mulanya dilakukan untuk menentang rencana memajaki telepon WhatsApp yang sekarang sudah dibatalkan.

Protes kemudian meluas, menyasar korupsi politik dan masalah ekonomi.

Tingkat utang Lebanon adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

Lewat pidato televisi, Hariri mengatkaan dirinya akan mengajukan pengunduran dirinya dan pemerintah ke Presiden Michel Aoun.

Hariri mengatakan, "Selama 13 hari, warga Lebanon menunggu sebuah keputusan bagi jalan keluar politik untuk menghentikan memburuknya keadaan. Dan saya sudah mencoba, untuk menemukan jalan keluar, dengan mendengarkan suara masyarakat."

Tetapi dia menambahkan, "Kami ternyata harus mengambil langkah yang mengejutkan untuk mengatasi krisis."

Hariri mengurumkan pengunduran diri lewat pidato di televisi.Hak atas fotoREUTERS
Image captionHariri mengumumkan pengunduran diri lewat pidato di televisi.

Pengrusakan kamp

Unjuk rasa mencerminkan perpecahan di dalam masyarakat Lebanon dan menyebabkan penutupan bank, kantor, sekolah dan universitas selama 10 hari.

Kelompok Syiah militan, Hizbullah, yang mendominasi pemerintahan koalisi Hariri, baru-baru ini memperkeras posisinya terhadap pengunjuk rasa.

Pada hari Selasa, pendukung Hizbullah dan kelompok Syiah lain, Amal, merusak kamp pengunjuk rasa di Beirut tengah, meneriakkan slogan, membakar tenda dan memukuli pengunjuk rasa antipemerintah.

Penghambat jalan yang dibuat pengunjuk rasa juga diserang.

Pengunjuk rasa berpegangan tangan sepanjang 170 km pada hari Minggu.
Image captionPengunjuk rasa berpegangan tangan sepanjang 170 km pada hari Minggu.

Polisi huru-hara dan tentara berusaha memisahkan kelompok yang berlawanan dengan menembakkan gas air mata.

Hizbullah menentang pengunduran diri Hariri, dengan mengatakan ini akan menciptakan kekosongan di pemerintah Lebanon.

Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengisyaratkan bahwa protes didanai pihak asing dan hari Jumat lalu dia mengatakan "seseorang sedang mencoba menarik (Lebanon) ... ke arah perang saudara".

Hariri dan pemerintahan koalisinya, termasuk Hizbullah, sebelumnya menyepakati rencana reformasi untuk mencoba menindak pengunjuk rasa, tetapi mereka tetap melanjutkan protes.

Wartawan BBC, Martin Patience mengatakan banyak anggota masyarakat yang sudah lelah terhadap kebuntuan ekonomi, korupsi yang meluas dan langkanya sarana umum,

Dia menambahkan keadaan ini akan membuat Barat waspada.

Sebelumnya Lebanon dipandang sebagai daerah yang stabil di Timur Tengah yang bergolak.

Kesepakatan berbagi kekuasaan yang mengakhiri perang saudara 30 tahun lalu menciptakan perdamaian, tetapi ternyata hal ini gagal menghentikan memburuknya krisis ekonomi.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Lebanon
 
  Didemo 2 Pekan Penuh, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri Mengundurkan Diri
  Sebuah UXO Berhasil Ditemukan Patroli Indobatt
  Serangan Bom di Lebanon Tewaskan Empat Orang
  Bom Meledak di Pos Pemeriksaan Hizbullah
  Puluhan Orang Tewas dalam Ledakan di Lebanon
 
ads1

  Berita Utama
Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?

Aturan Munas Partai Golkar Tidak Boleh Bertentangan dengan Pasal 50

Komentar Beberapa Tokoh terkait Penolakan Ahok Menjadi Pejabat BUMN

ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin

 

ads2

  Berita Terkini
 
Legislator Berharap Kenaikan Iuran BPJS Disubsidi Negara

Komisi XI Soroti Permasalahan Asuransi Jiwasraya dan Bumiputera

Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?

Putusan Sela: Sidang Pemalsuan Tanda Tangan Jaminan Kredit Rp 4 Milyar Dilanjutkan

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2