Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
RUU HIP
Din Syamsuddin: Narasi 'PKI Tidak Akan Bangkit' Itu Narasi Pendukung Komunis
2020-06-06 20:15:45
 

Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tokoh Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menilai narasi komunis atau PKI tidak bangkit lagi adalah narasi yang dihembus oleh para pendukung komunis atau PKI. Narasi itu sengaja dihembuskan untuk meninabobokkan para tokoh hingga masyarakat agar tidak membahas persoalan PKI.

"Saya tahu terkahir ini banyak narasi, termasuk para cendikiawan, tak terkecuali cendikiawan muslim yang memberikan argumen 'tidak mungkin komunisme akan bangkit, tidak mungkin PKI akan bangkit. PKI, komunisme sudah mati.' Argument-argument semacam itu, walaupun saya tahu argumen semaca itu dihembuskan oleh oendukung komunisme dan PKI, itu dalam rangka meninabobokkan kita dan membuat kita lengah," kata Din dalam diskusi daring 'Komunisme dan Arogansi Oligarki Dibalik RUU Haluan Ideologi Pancasila', Sabtu (6/6).

Din menjelaskan, komunisme sebagai isme atau ideologi tidak mudah untuk dibunuh, dia akan terus tumbuh. Ideologi itu akan tumbuh dari generasi ke genarasi. Terlebih lagi jika ideologi itu dalam perjalanan sejarah pernah mengalami antraksi yang fatal.

"Apalagi dalam perjalanan sejarah ideologi tersebut mengalami kefatalan, antraksi yang fatal, terutama ketika mereka memberontak, ketika mereka melakuka kudeta umpanya, dan kemudian terkalahkan, dibasmikan, terberantaskan, maka secara psikologis sangat mungkin pada diri generasi penerus menyimpan dendam dan kemudian melakukan upaya-upaya untuk balas dendam," ucap Din.

Din lalu mengingatkan agar semua pihak tidak lengah dan harus waspada terhadap setiap ideologi yang bertentangan dengan agama dan bertentangan dengan nilai nilai dasar ke-Indonesia-an yakni Pancasila dan UUD 1945. "Sebuah ideologi akan mudah tersebar jika ada dukungan politik, dukungan negara," tutur Din.(gelora/bh/sya)



 
   Berita Terkait > PKI
 
  Fraksi PKS Tentang Keras 'Hilangnya' TAP MPRS XXV/MPRS/1966 tentang Komunisme Dalam RUU HIP
  MBI Gelar Haul Mengenang Kekejaman G30SPKI di Monumen Pancasila Sakti
  Sindiran Gatot Nurmantyo Dianggap PKS untuk Ingatkan Publik Soal Sejarah G30S/PKI
  Diskusi Publik KMI: Isu Kebangkitan PKI, Berakhir Ricuh
  PKI dan Hoax dari dalam Istana
 
ads1

  Berita Utama
Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan Akibat Penyalahgunaan Kewenangan Penerbitan KTP - EL

Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi

Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra

Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ketua Komisi VIII DPR: Istilah 'New Normal' Dinilai Tidak Tepat

Ahli Virus China Kabur ke AS: Saya Bersaksi Covid-19 Hasil Persekongkolan Jahat

Bukan Hanya Digeser, Erick Thohir Dan Sri Mulyani Harus Dicopot Kalau Terbukti Bersalah

Anggaran Covid-19, BKSAP Tegaskan Transparansi Jadi Kunci Penting

Pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS Dinyatakan Melanggar Hukum Internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2