Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Virus Corona
Ekonom: Konyol Kalau Impor Tak Dibatasi, Jangan Tunduk pada China
2020-02-07 10:49:21
 

Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Langkah pemerintah pusat membatasi impor bahan baku dari China dengan maksud mengantisipasi wabah corona dinilai sudah tepat.

"Konyol kalau tidak dibatasi. Ada corona ya harus dibatasi, kalau nanti ada masalah tentu alternatifnya banyak," kata ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/2).

Baginya, China bukan satu-satunya tujuan impor bahan baku yang dibutuhkan Indonesia. Seperti halnya bahan baku gandum yang bisa diambil dari negara-negara lain selain China.

Pun demikian dengan pembatasan penerbangan dari dan ke China. Baginya, langkah tegas pemerintah Indonesia tersebut harus dilakukan meski mendapat peringatan dari pemerintah China. Publik juga diminta tak perlu khawatir kebijakan ini menganggu perekonomian tanah air.

"Ada 100 alternatif tempat lain. Jangan biarkan pikiran orang luar (China) mengikuti pikiran kita. Kita harus menghadapi, caranya adalah harus ada oppurtunity, alternatif lain dari faktor negatif," tandasnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memastikan langkah pembatasan tersebut tak akan mengganggu hubungan Indonesia-China.

Kebijakan tersebut juga diakui akan dilakukan evaluasi selama dua hari sekali. Tak hanya itu, upaya pencegahan corona juga akan dilakukan sesuai dengan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami akan evaluasi setiap dua hari. Kita juga kan tidak boleh lari dari WHO kan. Kita ikut dengan WHO," papar Menko Luhut di kantornya.

Pemerintah Indonesia diminta tetap bersikap tegas dalam menangkal masuknya virus corona yang telah mewabah di China. Termasuk mengabaikan warning pemerintah China soal pembatasan penerbangan dari dan ke China yang dilakukan pemerintah dalam negeri.

"Jangan mengikuti apa yang dipikirkan China. Kita ikuti pikiran kita sendiri," kata pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini.

Alih-alih manut dengan China, Indonesia justru bisa mengambil kesempatan emas dalam momen ini. Salah satunya dengan menggaet investor Eropa yang hendak menarik diri dari China lantaran virus corona.

Didik berpandangan, saat ini investor dari Eropa dan negara tetangga seperti Singapura, Jepang, Korea mulai enggan dan akan berpidah ke negara lain lantaran takut dengan virus tersebut.

Ini yang harus ditangkap Indonesia. Daftarnya harus dibikin oleh almukarom Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal)," tandasnya.(dt/RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Arab Saudi Stop Sementara Kedatangan Jamaah Umroh
  Virus Corona: Korea Selatan 'Siaga Level Tertinggi', Pembatasan Ketat di Italia dan Penutupan Perbatasan Iran
  Pesan WNI Yang Ada di Kapal Diamond Princess untuk Jokowi: Kami Juga Indonesia, Pak Presiden
  Virus Corona: Industri Penerbangan Internasional Merugi Rp 415 Triliun, Kerugian Terbesar Sejak Satu Dekade Terakhir
  Virus Corona: Turis China Korban Pertama di Eropa, Menlu China Nyatakan 'Epidemi Ini Bisa Dikontrol'
 
ads1

  Berita Utama
Golkar Prioritaskan Kader Berpotensi di Pilkada 2020 dan Klaim Tanpa Mahar

Polisi Temukan 3 Jenis Narkoba Saat Geledah Artis Vitalia Sesha

Bareskrim Polri Musnahkan Barbuk Narkoba Sitaan Hasil Penindakan Desember 2019 - Februari 2020

Kampung Hukum Mahkamah Agung: E-Litigasi Wujud Peradilan Modern di Indonesia

 

ads2

  Berita Terkini
 
Medsos Berpengaruh terhadap Perkembangan Paham Intoleransi

Hadapi Rawan Pangan dan Stunting di Indonesia, Dompet Dhuafa Ajak Semua Elemen Turut Mengatasi

Jaksa Agung Melantik 3 Pejabat Esselon 1

Kakak Beradik Korban Investasi Puluhan Milyar

Golkar Prioritaskan Kader Berpotensi di Pilkada 2020 dan Klaim Tanpa Mahar

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2