Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
GP Ansor
GP Ansor Jakarta Timur Resmikan Satgas Penanganan Jenazah yang Ditolak Warga
2017-04-08 05:41:33
 

Para pengurus GP Ansor Jakarta Timur saat konferensi pers dalam peresmian Satgas Penanganan Jenazah di kantor Sekretariat GP Ansor dibilangan Cibubur Jakarta Timur, Jumat (7/4).(Foto: BH /yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur Membentuk dan meresmikan Satgas Penanganan Jenazah dan siap mengurusi jenazah yang ditolak oleh warga akibat mendukung atau memilih calon tertentu tanpa imbalan apapun di seluruh wilayah DKI Jakarta. Peresmian ini dilakukan di Sekretariat GP Ansor dibilangan Cibubur Jakarta Timur, Jumat (7/4).

PC GP Ansor Jakarta Timur dan Satuan Koordinasi Cabang Banser Jakarta Timur mengindikasi adanya politisasi agama antara lain dengan terjadinya penolakan pengurusan jenazah oleh kelompok dan beberapa masjid karena mendukung atau memilih paslon tertentu, dan tuduhan munafik dan kafir yang membabi buta kepada sesama muslim yang berpotensi dapat mengganggu keharmonisan hubungan antar umat beragama.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Cabang Jakarta Timur, H. Mahmud Muzofar mengatakan "Jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua seharusnya merupakan ajang pentas demokrasi rakyat Jakarta yang semestinya masyarakat Jakarta bisa menentukan pilihannya tanpa ada paksaan, tekanan, dan intimidasi baik berkaitan dengan SARA atau lainnya. Mengikuti perkembangan situasi politik khususnya pilkada DKI Jakarta maka GP Ansor Jakarta Timur memandang saat ini kondisi politik pilkada DKI Jakarta sudah tidak sehat," ujar Mahmud.

"Untuk itu Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur menyatakan sikap dengan Menghimbau kepada seluruh warga DKI Jakarta dan khusususnya semua pasien dan pendukungnya untuk menciptakan iklim Pilkada DKI Jakarta yang kondusif, damai, dan demokratis. Menghentikan segala bentuk politisasi agama dan penyebaran isu SARA untuk menghadirkan kehidupan beragama yang haromonis dan toleran meski berbeda pilihan," tegasnya.

Diwaktu yang sama GP Ansor Jakarta Timur juga megeluarkan pernyataan sikapnya, yaitu:

1. Menghimbau kepada seluruh warga DKI Jakarta dan khususnya semua paslon dan pendukungnuntuk menciptakan iklim DKI Jakarta yang kondusif, damai dan demokratis.

2. Menghentikan segala bentuk politisasi agama dan penyebaran isu SARA untuk menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran meski berbeda pilihan.

3. Membentuk dan meresmikan Satgas Penanganan Jenazah yang siap mengurusi jenazah yang ditolak oleh warga akibat mendukung atau memilih calon tertentu tanpa imbalan apapun di seluruh wilayah DKI Jakarta.(bh/yun)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

 

ads2

  Berita Terkini
 
Grab Didenda Puluhan Miliar, Pengamat Hukum: Investor Asing Tidak Boleh Rugikan Pengusaha Lokal

Pertamina dan Dinas LH DKI Jakarta Gelar Uji Emisi Gratis

Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

Bertempat di Kantor PP Muhammadiyah, Ormas Agama Nyatakan Sikap Bersama Soal RUU HIP

Bertemu Pimpinan MPR RI, Wapres RI Ke-6 Try Sutrisno Minta Pro-Kontra RUU HIP Dihentikan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2