Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Reuni Akbar 212
Hadir Reuni 212, Cucu Hasyim Asy'ari: Tak Terasa Air Mata Saya Menetes
2018-12-04 11:45:08
 

Gus Aam atau KH Solachul Aam Wahib Wahab yang merupakan cucu dari KH Wahab Hasbullah dan Gus Irfan atau KH Irfan Yusuf Hasyim cucu dari KH. Hasyim Asy'ari hadir Reuni Akbar 212 sebagai perwakilan dari Keluarga Besar Dzuriyah Pendiri NU.(Foto: twitter /@pedjoeang_islam)
 
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Faros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengaku takjub dengan banyaknya umat Islam yang hadir di acara aksi Reuni 212.

Di menilai, aksi tersebut sebagai cerminan dari semangat persatuan umat Islam di Indonesia.

Menurutnya, tidak tepat bila aksi alumni Mujahid 212 itu dianggap politis dan apalagi dituduh dimodali oleh pihak-pihak tertentu.

"Semua bisa dibilang politis kalau kita melihat dari kaca mata politis. Kalau kita melihatnya dari kacamata dakwah dan persatuan, ya inilah persatuan," kata Gus Irfan di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Gus Irfan lantas menyinggung acara peresmian pasar atau jalan tol yang belakangan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana.

Menurutnya, acara peresmian pasar oleh Presiden itu bisa juga disebut politis bila dilihat dari sudut pandang politis.

"Sama saja dengan Presiden meresmikan pasar misalnya, itu kita lihat peresmian pasarnya atau politiknya. Semuanya tergantung kita melihatnya dari kaca mata yang mana," papar Gus Irfan.

Bahkan, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari ini mengaku ikut ambil bagian dalam Reuni Mujahid 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018) kemarin.

Ia berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada Sabtu (1/12/2018) malam, menggunakan pesawat terakhir pada hari itu.

Di pesawat, kata dia, dirinya juga menemui adanya rombongan peserta Reuni Mujahid 212 dari berbagai wilayah di Jawa Timur, seperti Madura dan Malang.

"Hampir 80% penumpang pesawat malam itu memang yang akan berangkat ke Monas. Jadi mereka berangkat murni dari uang pribadi. Tidak ada hubungannya dengan pemodal. Ini mencerminkan semangat persatuan umat Islam," jelas Gus Irfan.

Lebih jauh, Gus Irfan mengaku tak melihat unsur politis di Reuni Mujahid 212. Dirinya justru melihat semangat persatuan yang digelorakan umat Islam melalui acara tersebut.

"Ghirohnya luar biasa. Saya ini orang ndablek (bandel). Hampir tak pernah menangis dalam hidup, kecuali saat Ibu meninggal. Kemarin itu, melihat begitu banyak orang, apalagi saat baca sholawat, begitu banyak orang baca sholawat, tak terasa air mata saya menetes," ungkapnya. (Alf/teropongsenayan/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda

Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan

Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB

Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong

 

  Berita Terkini
 
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi

Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018

Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda

Kemenkumham Berikan Penghargaan 12 Anggota JDIH Terbaik

Gubernur Anies Baswedan Bangga Persija Raih Juara Liga 1

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2