Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Hari Pahlawan
Hari Pahlawan, Momentum Satukan Hati Membangun Negeri
2017-11-10 08:58:16
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hari ini, 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Sebagai bentuk refleksi dan penghargaan atas jasa pengorbanan mereka. Sekaligus membangun ingatan kolektif serta kesadaran kita sebagai satu bangsa dan satu negara.

"Para pahlawan yang gugur telah berjuang sepenuh hati demi kelangsungan masa depan bangsa dan negara. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya menyatukan kembali hati kita, mengendalikan ego pribadi dan golongan, serta mempererat rasa persaudaraan. Sehingga bisa menyukseskan agenda pembangunan nasional." tutur Ketua DPR RI Setya Novanto. Ia juga berpesan, jangan sampai darah para pahlawan menjadi sia-sia karena kita tak bisa mengisi kemerdekaan dengan baik.

"Jiwa saya senantiasa bergetar jika membayangkan seperti apa pertempuran yang dihadapi para pendahulu kita. Sudah sepatutnya, kita yang masih hidup mempersembahkan setiap hela napas untuk berbakti kepada Ibu Pertiwi," ujar Novanto, Jumat (10/11).

Novanto juga mengingatkan pesan Bung Karno bahwa bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

Karena itu, Novanto berharap khususnya kepada generasi muda, agar selalu percaya diri. Tak pernah minder atau merasa rendah diri. Karena kita telah diwariskan bangsa yang besar dengan wilayah yang luas. Sudah sepatutnya kita bangga dan membalas jasa mereka dengan karya.

"Jejak langkah para pahlawan sepatutnya menggugah kita agar senantiasa berdiri sejajar dengan negara lain di dunia. Jumlah penduduk yang besar dengan wilayah luas yang telah diwariskan oleh generasi pendahulu, harus membuat kita menjadi bangsa terhormat yang ikut andil dalam percaturan politik internasional. Terutama dalam mewujudkan dunia tanpa penindasan, mewujudkan indahnya kedamaian" jelas Novanto.(skr,mp/DPR/bh/sya)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Waketum MUI: Kerumunan Jokowi dan Rizieq Cukup Dihukum Denda

Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015

 

ads2

  Berita Terkini
 
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Kena OTT KPK

Anggota DPR Kutuk Aksi Penembakan oleh Oknum Polisi

Kompol Eka Setiawati, Orang Dekat Idham Azis Kini Jabat Kasi BPKB Ditlantas Polda Metro

Azis Syamsuddin: Kehadiran 'Virtual Police' Harus Tetap Perhatikan Hak Masyarakat

John Kenedy Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Kepastian Keberangkatan Haji

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2