Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Narkoba
Indoneaia Darurat Narkoba, Bandar Narkoba Cuma Dihukum 5,6 Tahun Penjara
2020-02-20 14:12:22
 

Ilustrasi. Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.(Foto: BH /ams)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Indoneaia saat ini darurat Narkoba, namun para bandarnya hanya dihukum ringan. Seperti halnya Steven Dermawan alias Aliong, bandar Narkoba yang tertangkap memiliki 23, 4 gram sabu-sabu, cuma dihukum 5 tahun 6 bulan penjara.

Vonis tersebut dibacakan oleh Majelis hakim yang diketuai, Panji Surono dengan hakim anggota, Rosmina dan Bintang AL, menghukum terdakwa lebih ringan dari tuntutan.

"Perbuatan terdakwa Steven Dermawan alias Aliong, terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menghukun terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan," ucap Panji Surono dalam amar putusan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/2) lalu.

Ironisnya, sebelum putusan, di hari yang sama penasehat hukum terdakwa membacakan pledoi. Setelah pembelaan dibacakan, majelis hakim langsung membacakan putusan.

Sedangkan pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Sinaga, menuntut terdakwa selama 6 tahun 6 bulan penjara.

Menurut JPU Indra Sinaga, terdakwa tidak terbukti melanggar dakwaan Primair yakni, pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Melainkan dakwaan Subsidair, pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dipidana denda sebesar 800 juta. Jika tidak dibayar, dipidana penjara selama empat bulan.

"Menyatakan terdakwa Steven Dermawan alias Aliong telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika golongan I bukan tanaman. Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan, dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan," kata JPU Indra Sinaga dalam tuntutannya.

Seperti yang diketahui, Steven Dermawan alias Aliong saat ditangkap polisi pada Sabtu (12/10/2019) lalu ditemukan, satu buah tas warna coklat yang didalamnya terdapat 1 (satu) buah bekas bungkus rokok Marlboro yang didalamnya terdapat 6 (enam) bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis shabu dengan berat brutto 23,4 (dua puluh tiga koma empat) gram.

Bukan hanya Narkotika yang ditemukan, ada satu unit timbangan Elektrik warna silver. Seperangkat alat hisap sabu atau bong beserta korek api Gas warna biru dan satu unit handphone merk Iphone warna hitam dengan nomor simcard. Mendengar putusan 5 tahun 6 bulan penjara, terdakwa dan kuasa hukumnya menerima putusan tersebut. (bh/ams)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, Oknum TNI AL Diduga Terlibat

Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri Bongkar Penambangan Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, Oknum TNI AL Diduga Terlibat

Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2