Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Ramah Lingkungan
Industri Nasional Diharapkan Ramah Lingkungan
2018-05-28 20:29:47
 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam Ali.(Foto: anne/hr)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam Ali menegaskan, sektor industri berperan penting dalam perekonomian nasional. Sektor industri masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan capaian 20,16 persen pada tahun 2017. Namun, perkembangan industri juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

"Kami bercita-cita, industri Indonesia ini harus mengarah pada industri yang ramah lingkungan, industri berkelanjutan yang punya kepedulian terhadap alam sekitar," ungkap Syaikhul saat memimpin Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke PT. HM Sampoerna Tbk di Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (26/5). Turut hadir dalam kunker ini, Anggota Komisi VII Kurtubi (F-NasDem), Ridwan Hisjam (F-Golkar) dan Ihwan Datu Adam (F-Demokrat).

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Politisi F-PKB ini mengatakan hanya 150 perusahaan di Indonesia yang berhasil meraih Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Hijau. Sementara, yang mendapatkan Proper Emas haya 19 perusahaan, Proper Biru 1.486 perusahaan, dan Proper Merah sebanyak 130 perusahaan. "Kita mendorong semua perusahaan meningkatkan capaian proper itu, yang merah menjadi biru, yang biru menjadi hijau," katanya.

Sementara dari sisi regulasi, menurutnya masih dibutuhkan beberapa aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) agar bisa lebih implementatif di lapangan.

"Sebenarnya pengelolaan limbah dan sanksi sudah diatur, khususnya limbah B3. Tetapi, beberapa tempat yang kita kunjungi mendapatkan proper hijau, tapi sebenarnya tidak layak. Ada yang proper biru, tetapi tidak sebenarnya pengelolaan polusi udaranya tidak bagus. Karena itu, kami juga mendorong KLHK meningkatkan kinerja dengan baik," jelasnya.

Politisi dapil Jawa Timur I ini menambahkan, upaya menuju industri ramah lingkungan atau industri hijau harus segera dimulai, efisiensi terhadap penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan sehingga mampu terus bersaing di pasar global. Selain itu, hal ini merupakan salah satu upaya Indonesia untuk mengurangi perubahan iklim dengan meningkatkan energi terbarukan dan pengelolaan hutan dan lahan.

Secara umum, industri hijau memiliki karakteristik antara lain, menggunakan bahan kimia yang ramah lingkungan, menerapkan reduce, recycle, reuse dan recovery pada proses produksi, menggunakan intensitas energi dan air yang rendah, meminimalkan limbah, serta menggunakan teknologi rendah karbon.(ann/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Ramah Lingkungan
 
  Industri Nasional Diharapkan Ramah Lingkungan
  Onduline Luncurkan Genteng Ramah Lingkungan 'Onduline Tile' pada Onduline Green Roof Award 2017
  Kemen LHK Edukasi Pemudik Ramah Lingkungan
  Melalui Teknologi Rekayasa, Batan Ciptakan Kantong Plastik Ramah Lingkungan
  Mobil Karya Mahasiswa Indonesia yang Ramah Lingkungan
 
ads

  Berita Utama
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

 

  Berita Terkini
 
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Satgas MTF TNI Berikan Latihan Boarding Kepada Tim VBSS LAF Navy

KPPOD: Inspektorat Daerah Tidak Lakukan Pengawasan terhadap Netralitas ASN

Pendiri PKPI Tatto Sugiarto Pradjamanggala Wafat di Usia 80 Tahun

Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2