Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Golkar
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
2019-11-12 16:44:30
 

Tampak Bambang Soesatyo saat acara diskusi publik bertajuk 'Golkar Mencari Nahkoda Baru yang digelar POSBAKUM Golkar, berlangsung di ruang Kudus, hotel Sultan, Jakarta pada, Selasa (12/11).(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - H. Bambang Soesatyo, SE, MBA menyampaikan bahwa sudah banyak atau beberapa orang 'korban', lantaran mendukung dirinya menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019 - 2024. Ada yang digeser, kena Plt, bahkan di remove dari grup pengurus Golkar.

"Bukan tanpa resiko, saya tahu persis," ungkapnya, saat memberikan pengantar di pembukaan sesi diskusi publik bertajuk 'Golkar Mencari Nahkoda Baru yang digelar POSBAKUM Golkar, berlangsung di ruang Kudus, hotel Sultan, Jakarta pada Selasa (12/11).

Saat ini, kondisinya menghadapi Munas Golkar yang ke-X yang mana sisa beberapa pekan lagi, encanannya Munas Golkar akan diselenggarakan tanggal 4, 5, dan 6 Desember 2019 mendatang bertempat di Jakarta

"Seharusnya demokrasi menghasilkan pemikiran yang sehat diantara kader. Pengelolaan partai yang baik, itulah yang kita rasakan hari-hari ini cuaca saling curiga mencurigai, sikut menyikut," ujar Bambang Soesatyo, yang dikenal dengan panggilan Bamsoet.

Proses aklamasi dalam proses demokrasi dimungkinkan dicapai, apabila prosesnya benar tanpa rekayasa. Aklamasi adalah buah kita bersama, Harapnya menimpali.

Padahal, Bamsoet sendiri mengungkapkan bahwa sudah mulai cooling down agar pendukungnya tidak di zolimi dan disingkirkan.

"Ketua, atau pimpinan komisi setiba tiba di copot, digeser ke komisi yang bukan pilihannya. Ini adalah praktek-praktek bukan hal yang baik menurut saya," cetus Bamsoet, yang kini menjabat Ketua MPR RI.

Pria kelahiran Jakarta, 10 September 1962 lalu itu menyebutkan, pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Sudah ketinggalan era seperti itu. Di lain pihak, NasDem saja sudah memikirkan untuk konvensi calon Presiden tahun 2024, jelasnya.

Sementara, untuk calon Ketum partai Golkar, figur nama yang muncul selain Erlangga H, bukan hanya Bamsoet saja. Namun, calonnya ada Ridhwan Hisyam, Bambang Utoyo, Ali Yahya, dan banyak lagi yang maju untuk menjadi ketua umum Partai golkar

Bamsoet juga menungkapkan, terkait dengan tema diskusi ini, tentu ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian dalam menghadapi Munas, selain mengingat perolehan suara kemarin yang dirasa masih kurang, ungkapnya

"Golkar mesti membangun konsolidasi, guna merangkul semua golongan. Pemimpin mesti menjadi motivator, bukan diktator," tegas Bamsoet, yang sebelumnya menjabat Ketua DPR RI ini

"Partai bukan sebuah perusahaan dimana semua manut dan tunduk, karena digaji. Semua karena sukarela, karena semangat berorganisasi, dan semangat bekerja untuk masyarakat," jelasnya.

Nampak di lokasi, turut hadir Ormas Asta Karya, Hasyim, Kosgoro, Ketum KPPI, Ketum OKP tingkat Nasional, Kader dan simpatisan partai Golkar. Beberapa tokoh, seperti Prof Dr. Ibu Siti Juhro (Pengamat Lipi, perwakilan Presidium KAHMI), Hanta Yudha (Poltracking Indonesia), serta Ray Rangkuti (pengamat Politik LIMA).(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > Partai Golkar
 
  Golkar Prioritaskan Kader Berpotensi di Pilkada 2020 dan Klaim Tanpa Mahar
  Putusan Nama Ketum Lebih Cepat, Ridwan Hisjam Nilai Munas ke-X Seperti Pasar Malam
  Derek Loupatty Pilih Dukung Airlangga Hartarto Kembali sebagai Ketum Golkar
  Airlangga Hartarto Kembali Resmi Jabat Ketum Golkar
  ETOS Indonesia Dukung Ridwan Hisyam Menjadi Pendobrak Paradigma Baru Golkar
 
ads1

  Berita Utama
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

 

ads2

  Berita Terkini
 
Komisi IV DPR Kritisi Soal Kalung Anti Corona Kementan

Cadangan Emas Menipis, RI Sempat Impor dari Singapura

Travelling pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Pesan untuk Traveller

Grab Didenda Puluhan Miliar, Pengamat Hukum: Investor Asing Tidak Boleh Rugikan Pengusaha Lokal

Pertamina dan Dinas LH DKI Jakarta Gelar Uji Emisi Gratis

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2