Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Penipuan
Kakak Beradik Korban Investasi Puluhan Milyar
2020-02-28 15:14:55
 

Suasana persidangan di PN Jakarta Pusat (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus dugaan tipu gelap dengan terdakwa Mariah seorang guru yang juga kepala sekolah Taman Kanak-kanak (TK), kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada, Kamis (27/2).

Dalam persidangan kali ini, agendanya pemeriksaan saksi korban, kakak beradik terkait kasus investasi. Dihadapan Majelis hakim yang diketuai Robert Limbong, keduanya menceritakan kronogisnya.

"Uang kami hingga Rp 10 Milyar tak kembali, untung tak seberapa dan modal modalnya juga habis akibat investasi yang tidak jelas itu," ujar sang kakak, Inggrid warga Tanah Pasir Penjaringan Jakarta.

Begitupun dengan Ningsih, sang adik. Dia berinvestasi dengan total hingga Rp 2,6 Milyar. Namun baru mendapatkan pengembalian sekitar Rp 600 juta.

Masalah pun mulai terjadi, menurut saksi kecurigaannya mulai muncul terhadap terdakwa, sekitar awal 2016. Ketika macetnya investasi itu, setelah terdakwa pulang dari Amerika. Ia mananyakan langsung kepada terdakwa, namun ia selalu beralasan ucap saksi.

Usai sidang, kepada wartawan kakak beradik itu mengatakan akibat perbuatan dan ulah terdakwa itu, mereka berharap agar Majelis Hakim memberikan hukuman yang setimpal, tandasnya.

Dakwaan

Seperti yang diketahui, dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Santoso menjerat terdakwa Mariah dengan dakwaan berlapis dan Alternatif. Kesatu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dakwaan Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP; atau dakwaan Alternatif Ketiga sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 379 KUHP jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP; dan Dakwaan Alternatif Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 UURI No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Penipuan
 
  Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita
  Gagal Eksekusi Advokat Senior Melaporkan Hakim PN Jakbar Ke Bawas MA
  Dalton Tanonaka WNA Terpidana 3 Tahun Penjara Masih Bebas Bekeliaran
  LPKNI Laporkan PT Catur Marga Utama Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan
  Kakak Beradik Korban Investasi Puluhan Milyar
 
ads1

  Berita Utama
HNW: Atasi Pandemi Covid-19 dengan Karantina Wilayah, Bukan dengan Rencana Darurat Sipil

Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita

Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

 

ads2

  Berita Terkini
 
Hadiri Resepsi Kompol Fahrul Sudiana di Tengah Pencegahan Covid-19, Relawan Jokowi Ini Minta Wakapolri Dicopot

Langgar Maklumat Kapolri Pencegahan Covid-19, Kapolsek Metro Kembangan Kompol Fahrul Sudiana Dicopot dan Dimutasi

HNW: Atasi Pandemi Covid-19 dengan Karantina Wilayah, Bukan dengan Rencana Darurat Sipil

Hidayat Nur Wahid: Agar Pemerintah Perhatikam Saran MUI, Prioritaskan Penanganan Covid-19

Implementasi Keppres Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Masih Membingungkan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2