Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Kemacetan Jalan Raya Serpong Berkurang
Sunday 07 Aug 2011 21:46:20
 

Petuga Dishub saat menggelar razia (Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
 
*Akibat Penerapan Kebijakan Pembatasan Truk Melintas

SERPONG-Sejak diberlakukannya peraturan larangan truk melintas dijalan tol dalam kota, jumlah truk berukuran besar yang biasanya memadati Jalan Raya Serpong, kini mengalami penurunan. Hasil pantauan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), tercatat pada jam sibut pagi hari (06.00 - 10.00 WIB), truk yang diberhentikan pada jam tersebut sekitar 50 unit per hari. Sedangkan pada jam sibuk sore hari (16.00 - 20.00 WIB) sekitar 100 unit per hari.

Kebijakan ini praktis dapat mengurangi kemacetan di jam-jam sibu pagi dan sore setiap harinya. Sebelum kebijakan itu diberlakukan, truk-truk besar harus memutar dan keluar di pintu tol Rawa Buntu, yang akhirnya Jalan raya Serpong dipadati truk besar yang berdampak pada kemacetan parah di Jalan Raya Serpong. Namun, setelah Pemkot Tangsel memberlakukan larangan truk melintas di Jalan Raya Serpong pada sibuk itu, akhirnya kemacetan dapat teratasi.

Menurut Kabid Lantas Dishub Tangsel Wijaya Kusuma, sejak bulan puasa truk yang melintas di Jalan Raya Serpong mulai menurun. Pada pagi yang sebelumnya banyak terkena razia, kini hanya puluhan unit. Sedangkan sore tak lebih 100 unit.

Sebelum memasuki Ramadhan, jelas dia, ada pagi hari rata-rata truk ukuran besar yang diberhentikan untuk menunggu jam yang telah ditentukan bisa mencapai 70-80 unit. Sore harinya bisa mencapai 300 unit. "Mungkin pengurangan ini akibat banyak sopir truk yang berpuasa, kegiatan mereka diprioritaskan pada malam hari," ujarnya di Serpong, Minggu (7/8).

Ditambahkan Wijaya, pada H-7 jumlah truk yang melintas Jalan Raya Serpong diperkirakan akan semakin berkurang. Sebab, hal ini sesuai kebijakan pemerintah pusat, pada H-7 semua truk dilarang melintas jalan tol dan keluar kota, kecuali truk yang membawa BBM dan Sembako. “Pada hari itu kami akan memperketat penjagaan,” tandasnya.(r17)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

Refly Harun: 6 Ahli yang Disodorkan Pihak Terkait di MK Rontok Semua

PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet

Sampaikan Suara yang Tak Sanggup Disuarakan, Luluk Hamidah Dukung Hak Angket Pemilu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Di Depan Jokowi, Khatib Masjid Istiqlal Ceramah soal Perubahan

Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka

Tradisi Idulfitri Sebagai Rekonsiliasi Sosial Terhadap Sesama

Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2