Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
    
Penipuan
Komplotan Penipu Ditangkap Polda Metro Jaya, Polisi: Tersangka AW Ngaku Dirut
2020-09-09 22:15:51
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi jajaran Ditreskrimum PMJ menunjukkan salah satu bukti dokumen palsu.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya menangkap 4 tersangka kasus tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen. Yakni masing-masing berinisial AW (49), RW (39), I (39) dan FA (46).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan, dalam aksinya salah satu tersangka mengaku sebagai direktur utama sebuah perusahaan dan meminta pihak bank untuk memindahkan deposito perusahaan ke rekening yang telah ditentukan.

"Mereka menipu bank menggunakan telepon," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/9).

Yusri mengungkapkan, sebelum menghubungi pihak bank, komplotan itu terlebih dulu melakukan riset mengenai suatu perusahaan melalui internet. Mereka mengumpulkan data-data perusahaan, seperti struktur kepemimpinan hingga laporan keuangan.

"Para tersangka juga menyiapkan surat palsu dengan kop dan stempel perusahaan, serta berkas pengajuan pemindahan rekening atas nama perusahan yang mereka jadikan target," tambah Yusri.

Selanjutnya, tersangka berinisial AW menelepon dan meyakinkan kepala cabang bank untuk memindahkan deposito perusahaan.

"Pihak bank selama syarat pemindahan depositonya resmi dan lengkap, akan diikuti. Dia (para tersangka) bisa menyiapkan semuanya itu," terang Yusri.

Adapun komplotan ini mengaku sebagai direktur utama dari dua perusahaan dengan inisial PT CWI dan PT TI. Yusri menyebut, mereka tidak mengenal perusahaan tersebut. Namun, kedua perusahaan itu dipilih lantaran para tersangka menemukan informasi lengkap perusahaan di internet.

"Deposit dari PT ini (dipindahkan) ke rekening penampung (tersangka) melalui bank dengan jumlah cukup besar. Total semuanya Rp 1,5 miliar lebih," bebernya.

Hingga kini, sambung Yusri, polisi masih memburu satu tersangka lainnya berinisial A. Ia berperan menyediakan rekening penampung hasil penipuan tersebut.

Atas perbuatannya, empat tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 263 KUHP tentang Pembuatan Surat Palsu, dan Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman penjara enam atau 15 tahun.(rp/bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2