Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
PLTA
Komunitas Gabema Sepakat Bangun PLTA Aek Sirahar
Sunday 09 Aug 2015 20:31:59
 

Tampak Albiner Sitompul, Saat di TMII, Jakarta, Minggu (9/8).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Beberapa poin kesepakatan terjalin dalam acara halal bihalal tokoh masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah (Organisasi Gabema), yang bermukim di Jakarta Bogor Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ketua Umum Gabema, Albiner Sitompul mengatakan, beberapa poin kesepakatan guna memajukan pendapatan masyarakat Sibolga dan Tapanuli, adalah sedang dibentuknya Koperasi dan Yayasan guna memfasilitasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Tapanuli Tengah.

"Sebagai orang rantau, kami memiliki kewajiban membantu warga di kampung halaman. Dan ketersediaan listrik yang memadai diperlukan warga Sibolga dan Tapanuli guna menjalankan roda ekonomi. Untuk itulah kami berkumpul dengan prinsip parsubang (Pelayan), menjaga keutuhan dan nilai nilai sosial masyarakat," kata Albiner Sitompul, usai memberi sambutan halal bihalal warga rantau Sibolga Tapanuli Tengah, Minggu (9/8) di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur .

Albiner menambahkan, akan rencana pembangunan PLTA Aek Sirahar, Gabema telah mengajukan Izin Prinsip pada pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan rencana anggaran pembangunan senilai Rp. 150 Miliar untuk kapasitas 7,5 megawatt.

"Izin prinsip sudah kami ajukan. Sebagian dana dikumpulkan melalui investasi ribuan anggota pada wadah Gabema dan kekurangannya akan kita cari melalui sejumlah kegiatan sosial," imbuh Albiner menambahkan.

Akan pemgembalian modal investasi direncanakan dicapai selama 5 tahun, kemudian ditahun berikutnya menjadi nilai keuntungan melalui perjanjian kontrak jual beli listrik selama 25 tahun bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara.

Selain pemenuhan ketersediaan listrik yang memadai bagi warga Sibolga dan Tapanuli Tengah, listrik diperlukan pula guna mengelola hasil bumi masyarakat Sibolga Tapanuli, yaitu karet dan coklat agar memiliki nilai tambah guna kepentingan ekspor dan turut memenuhi kebutuhan nasional.(bh/bar)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

Refly Harun: 6 Ahli yang Disodorkan Pihak Terkait di MK Rontok Semua

PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet

Sampaikan Suara yang Tak Sanggup Disuarakan, Luluk Hamidah Dukung Hak Angket Pemilu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Mudik Lebaran 2024, Korlantas: 429 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan

Di Depan Jokowi, Khatib Masjid Istiqlal Ceramah soal Perubahan

Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka

Tradisi Idulfitri Sebagai Rekonsiliasi Sosial Terhadap Sesama

Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2