Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
PilGub
Konflik Berkumis Foke dan Nachrowi Berakhir Damai
 

Foke & Nachrowi (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Konflik tagline Berkumis, anatara sukses pasangan calon Gubernur (Cagub) DKI Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dan tim sukses pasangan Cagub Hendardji Supandji - A Riza. Menemukan kata sepakat untuk berdamai.

Pasalnya, setelah empat kali melakukan mediasi, kedua pihak sepakat penggunaan tagline "Jakarta Jangan Lagi BERKUMIS" (Berantakan, Kumuh dan Miskin), diperbolehkan dengan syarat menghilangkan kata 'Lagi' dalam kalimat tagline tersebut.

"Ini mediasi yang keempat, setelah tiga kali mediasi sebelumnya gagal, akhirnya kali ini mencapai kesepakatan. Tagline 'berkumis' boleh digunakan, dengan kesepakatan yang sudah ditentukan," kata Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah sat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat (22/6).

Sebelumnya, Ramdansyah, membacakan hasil notulensi rapat mediasi terdahulu, dimana pihaknya telah mengundang pa pakar yang berasal dari ahli bahasa dan ahli periklanan.

Sedangkan isi lengkap kesepakatan itu adalah, Penggunaan tagline diperkenankan dengan maksud niat baik, menyampaikan program atau visi-misi Calon Gubernur agar Jakarta tidak Berantakan, Kumuh dan Miskin (BERKUMIS). Penggunaan tagline tidak dibolehkan bila menjurus tendensius, menghina seseorang pasangan calon Gubernur tertentu. Akronim BERKUMIS harus disertakan kepanjangan dari singkatan tersebut yakni Berantakan, Kumuh dan Miskin.

Tidak boleh ada pembedaan warna dalam penulisan tagline seperti pada iklan-iklan sebelumnya. Karena pembedaan warna dalam tulisan BERKUMIS bisa menjurus pada penghinaan. Menghapus kata “Lagi” dalam kalimat “Jakarta Jangan Lagi BERKUMIS (Berantakan, Kumuh dan Miskin).
"kata 'Lagi dalam kalimat tersebut bisa bermakna negatif, karena menjurus pada seseorang. Agar positif, kata 'Lagi' bisa dihapus menjadi 'Jakarta Jangan BERKUMIS' atau 'Mari Bangun Jakarta yang Tidak BERKUMIS'. (inc/red)



 
   Berita Terkait > Pilgub
 
  Awasi Pemilihan Wakil Gubernur!
  Komite Rakyat Nasional: Pak Dedi Mulyadi Menggambarkan Sosok Seorang Pancasilais
  Pilgub Lampung: Kandidat Mulai Bidik Pasangan Masing-Masing
  Figur Rustringsih Bumerang Untuk Dinasti Karno
  H -3 Undangan Pemilukada Sumut Belum Sampai ke Masyarakat Sunggal
 
ads1

  Berita Utama
Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

100 Tokoh Deklarasi Tolak Pemilu Curang TSM, Desak Audit Forensik IT KPU

Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penangkapan 9 Petani Dituduh Ancam Proyek Bandara VVIP IKN - 'Tindakan Sistematis terhadap Warga Mempertahankan Hak Hidupnya'

Sejalan dengan Semangat Revisi UU PIHU, Perlu Perubahan Regulasi Umrah 'Backpacker'

Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

Pemerintah Siap Tambah Impor Beras 1,6 Juta Ton, Total Jadi 3,6 Juta Ton

Mahasiswa UINSU di Begal HP, Pelaku Mengaku Perwira Polisi Sunggal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2