Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
PP KAMMI: Ada Cara Tertentu Menggaet Suara Generasi Milenial
2018-10-23 16:31:01
 

Diskusi Indonesian Democracy Network bertajuk 'Pilpres 2019 Di Mata Para Milenial' di D'Hotel, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).(Foto: BH /mos)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Untuk meraup suara dan dukungan politik dari kalangan yang berkategori milenial, dibutuhkan metode dan strategi khusus dari masing-masing kubu Capres/Cawapres pada Pemilihan Umum 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Barri Pratama dalam diskusi Indonesian Democracy Network bertajuk 'Pilpres 2019 Di Mata Para Milenial' di D'Hotel, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).

"Ada kunci-kunci tertentu ada caranya menggaet generasi milenial. Generasi milenial punya ketertarikan yang melompat-melompat, itu yang harus dibangun politisi," ujar Barri.

Menurutnya, masing-masing tim sukses dari kedua kubu capres sudah mengkaji strategi politik dalam memperoleh suara dari pemilih yang masuk dalam kategori milenial.

"Hargai milenial itu dari karya-karyanya. Saya meyakini petahana mempunyai sistem segala daya untuk mengelola ini semua, namun saya belum melihat hasilnya apalgi untuk oposisi lebih susah lagi," kata dia.

Meski begitu, dia mengatakan generasi milenial tidak bisa hanya dianggap sebagai obyek suara karena mereka sifatnya independen di kandidat Presiden atau partai politik manapun.

"Saya berani menyimpulkan bahwa sampai saat ini belum ada partai politik manapun yang belum sepenuhnya menyentuh preferensi kalangan generasi milenial dengan karakteristik yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya," paparnya.(bh/mos)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?
  Langkah Kuda Hitam Mega
  Harus Diakui Kehebatan Mereka dalam Fabrikasi Pengalihan Isu
  Demi Keutuhan NKRI, Jokowi-Titiek Soeharto Jadi Rekonsiliasi Politik Damai
  Rekonsiliasi dan Konstalasi Politik Pasca MRT
 
ads1

  Berita Utama
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur

Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal

Polri Siap Masifkan Protokol New Normal

Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kekhawatiran Surabaya Jadi Wuhan Buntut Dari Pusat Yang Mencla-mencle

Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia

Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah

Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2