Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Seminar
PRN: Menyelami 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dari Sudut Angka Kematian dan Ibu Melahirkan
Friday 23 Oct 2015 05:41:48
 

Para pembicara dalam seminar PRN tentang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang mencakup mengenai Angka Kematian Ibu Melahirkan, bertempat di The Energy Tower, SCBD Jakarta pada, Rabu, (21/10).(Foto: BH/yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - jejaring think tank Indonesia, Policy Research Network (PRN) mengajak para stakeholder menyelami setahun kinerja pemerintahan Jokowi JK dalam berbagai sektor melalui kajian berbasis bukti dengan cara mengadakan sebuah seminar. Dan salah satu pembahasan yang diangkat dalam acara yang diadakan di Paramadina Graduate School, The Energy Tower, SCBD Jakarta pada Rabu, (21/10) adalah tentang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang mencakup didalamnya mengenai Angka Kematian Ibu Melahirkan atau yang biasa disebut dengan AKI.

Masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) kini sudah satu tahun lamanya. Dan tentu saja, banyak penilaian diberikan para pakar yang kerap didasari oleh opini publik dan pemberitaan yang berkembang, tentang kinerja kerja pasangan ini. Tingkat popularitas pemerintahan pun naik turun sesuai pemberitaan.

Akibat tekanan yang muncul, pengambil kebijakan cenderung melahirkan keputusan yang responsif dan reaksioner demi menjaga popularitas, tanpa basis bukti yang kuat. Ironis mengingat kebijakan publik selaiknya bersifast fundamental dan memperioritaskan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Medelina K. Hendytio pembicara dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menjelaskan bahwa, angka Kematian Ibu atau AKI merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Seperti yang kita ketahui, saat seorang ibu sedang melahirkan, itu artinya ia sedang berada diambang kematian karena risiko yang cukup tinggi.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Apa penyebab kematian ibu di Indonesia? Beberapa faktor penyebab kematian ibu adalah karena penyakit (darah tinggi, pre-eclamsia, HIV, TBC), aborsi, pernikahan dini, pendidikan yang rendah, kualitas pelayanan kesehatan yang rendah, tidak adanya infraktruktur kesehatan, kapasitas bidan pun masib rendah, dominannya peran dukun, aspek kultural (patriarkhi, subordinasi wanita, posisi inferior), kemiskinan eklamsia/ pre eklamsia, pendarahan pasca melahirkan, masalah pada masa nifas, dan lain sebagainya. Namun, tentu saja semua hal ini dapat kita minimalisir dengan berbagai upaya.

Medelina K. Hendytio pun menambahkan bahwa, sebenarnya berbagai program telah dilakukan untuk mengurangi angka kematian ibu seperti misalnya untuk wilayah Jambi, pemerintah memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil agar tetap sehat dan mengurangi risiko meninggal saat melahirkan. Namun ternyata, hal ini hanya dilakukan dibeberapa daerah dan tak menyeluruh. Tak hanya itu, berbagai kebijakan lainnya pun telah dibuat. Namun ternyata hal ini tak banyak berpengaruh.

Lalu bagaimana sebenarnya peran pemerintah dalam menekan Angka Kematian Ibu? Sebenarnya sudah cukup banyak hal yang dilakukan pemerintah daerah dengan melakukan inisiatif-inisiatif yang cukup baik. Namun tentu saja ini semua tak akan lepas dari peran serta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kita sendiri bahwa seorang ibu hamil memang perlu perhatian lebih. Oleh karena itu, sebaiknya untuk mengurangi AKI di Indonesia konsultasikan segala situasi dan kondisi tentang perkembangan kehamilan seorang ibu pada bidan atau dokter. Disisi lain, tentu kita pun berharap bahwa pemerintah semakin peduli dengan menghadirkan program dan kebijakan baru yang lebih efisien agar AKI dapat mengalami penurunan.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > Seminar
 
  Seminar Sosialisasi PP No.39/2020: 'Akomodasi yang Layak Bagi Disabilitas dalam Proses Peradilan'
  Seminar 'Membedah RUU Kejaksaan' terdapat 6 Urgensi dan 4 Kesimpulan
  Seminar KMI: 'Integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dalam Memangkas Dwelling Time'
  PRN: Menyelami 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dari Sudut Angka Kematian dan Ibu Melahirkan
  Seminar Payung Hukum Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
 
ads1

  Berita Utama
Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25

Legislator Ingatkan Pemerintah Segera Bentuk Badan Pangan Nasional

Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu asal Malaysia

Resmi Jadi Presiden, Joe Biden Langsung Batalkan Kebijakan Kunci Trump

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2