Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Kemenpora
Pasca OTT KPK di Kemenpora, Virus Korupsi di Pemerintahan Joko Widodo Stadium 4
2018-12-20 15:27:52
 

Saat konferensi Pers KPK terkait OTT di Kemenpora, KPK Tetapkan 5 Tersangka.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra mengemukakan agar kubu sebelah jangan panik dan marah ya kangmas Joko Widodo dengan ucapan Prabowo kalau virus Korupsi di Pemerintahan kangmas Jokowi sudah masuk stadium 4 (empat), demikian ungkapnya memberikan pernyataan singkatnya terkait penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menangkap Deputi IV, pejabat pembuat komitmen (PPK), bendahara, dan dua orang staf pada Selasa (18/12) di kantor kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Senayan Jakarta dengan menyita duit sekitar Rp. 7 milyar.

"Jangan ngeyel lagi ya para pengiat Joko Widodo ketika dibilang Korupsi sudah stadium empat," ungkap Arief Poyuono, yang juga sebagai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres-Cawapres No. Urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Soalnya, peristiwa suap di Kemenpora menurutnya sudah makin membuktikan kalau pemerintahan Joko Widodo sangat koruptif dan sudah tepat kalau korupsi di era Joko Widodo sudah masuk stadium empat

"Kami harapkan KPK harus bisa mengusut tuntas suap di Kemenpora hingga ke aktor utamanya," tegas Poyuono.

Sebab, berkaca dari kasus Korupsi di Kemenpora sebelumnya saat di pemerintahan SBY juga bisa menarik hingga Menporanya sebagai pesakitan KPK.

"Segera KPK geledah Kantor Menpora karena sangat tidak mungkin pejabat penguna anggaran di Kemenpora melakukan Korupsi tanpa ada tekanan atau perintah dari atasannya, dalam hal ini Menterinya. Apalagi ini tahun politik yang butuh Dana Besar untuk kampanye," cetusnya lagi.

"Kita dukung KPK usut tuntas mega korupsi di Kemenpora sampai akar-akarnya, karena departemen ini sudah dua kali kena OTT KPK," jelasnya.

Untuk itulah, Poyuono menilai kalau pantas aja olah raga kita kagak pernah maju-maju, kalau selamanya jadi sarang Korupsi. "Begitu juga program pembinaan pemuda Indonesia yang tidak jelas hasilnya," pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Hasil Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri: Ada Unsur Pidana

Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia

Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih

59 Negara Tolak WNI, Refly Harun: Kesalahan Jokowi, Bukan Anies

 

ads2

  Berita Terkini
 
Emir Moeis Tidak Cukup, KPK Harus Tuntut Korporasi yang Terlibat Korupsi PLTU Tarahan

Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa 'Harus Jadi Peringatan Bagi Kita Semua', Kata WHO

Anggota DPR Prihatin BOP Pesantren Dihapus di RAPBN 2021

Kesaksian Pekerja Migran: Pekerjaan Acapkali Tak Sesuai Kontrak Kerja

Terbukti Tidak Miliki RKAB, Ponton Batubara CV JAR Diamankan KSOP, Buyer Agung Dituntut Serahkan Pajero

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2