Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Italia
Pengadilan Mafia Terbesar di Italia Beberapa Dekade, Ratusan Anggota 'Ndrangheta, Kelompok Penjahat 'Paling Kuat', Didakwa
2021-01-14 08:14:54
 

Pihak berwenang di Italia membuat ruang pengadilan dengan kapasitas 1.000 orang dengan pengamanan ekstraketat.(Foto: AFP)
 
ITALIA, Berita HUKUM - Pengadilan terbesar terhadap mafia di Italia dalam beberapa dekade dimulai hari Rabu (13/1), dengan mendakwa ratusan anggota mafia yang sangat berpengaruh, 'Ndrangheta.

Di antara para terdakwa, terdapat sejumlah politisi dan pejabat. Setidaknya 900 orang akan memberikan kesaksian.

Proses hukum ini mengambil tempat di Lamezia Terme, di kawasan Calabria, di Italia selatan. Pihak berwenang secara khusus membuat ruang pengadilan dengan kapasitas 1.000 orang dengan pengamanan ekstraketat.

Karena Covid-19, banyak terdakwa yang akan diadili di sel masing-masing dan mengikuti jalannya sidang hari pertama melalui sambungan video.

Mereka yang hadir di ruang sidang mengenakan masker dan ditempatkan di sel-sel yang telah disediakan. Mereka diposisikan dua meter dari terdakwa-terdakwa lain.

Ini adalah peradilan terhadap mafia yang terbesar sejak 1980-an.

Hampir semua terdakwa ditangkap pada Desember 2019 di Italia, Jerman, Swiss, dan Bulgaria menyusul investigasi sejak tahun 2016 di 11 kawasan di Italia.

Operasi penangkapan anggota mafia ini melibatkan sekitar 2.500 anggota polisi.

Siapa saja yang didakwa?

Para terdakwa berasal dari satu keluarga, Mancuso, yang mendirikan mafia 'Ndrangheta, yang dikenal sebagai salah satu kelompok penjahat paling kuat di Italia.






Kursi untuk terdakwa



Keterangan gambar,


Sidang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Terdakwa berada dua meter dari terdakwa lain.




Saat digelar praperadilan belum lama ini, jaksa memerlukan waktu lebih dari tiga jam hanya untuk membacakan nama-nama terdakwa, kata kantor berita AFP.

Para terdakwa termasuk politisi, anggota polisi, dan aparat sipil negara, yang diduga menjadi anggota dan membantu aktivitas mafia.

Di antara terdakwa, yang paling terkenal adalah Luigi Mancuso, 66 tahun, yang dikenal dengan sebutan "Si Paman". Ia diduga sebagai bos klan mafia ini.

Terdakwa lain, hanya disebut sebagai "The Wolf", "Fatty" dan "Blondie".

Jumlah total terdakwa mencapai lebih dari 400 jika ditambah dengan 92 tersangka yang memilih untuk menjadi "proses peradilan secara cepat".

Mereka termasuk Giancarlo Pittelli, pengacara dan eks anggota senat dari Forza Italia, partai yang dipimpin mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi.

Pittelli sudah membantah sangkaan bahwa ia menghubungkan 'Ndrangheta dengan politisi dan lembaga-lembaga resmi seperti pengadilan.

Apa dakwaan yang dijatuhkan?

Kelompok 'Ndrangheta diyakini menguasai pasok kokain yang masuk ke Eropa dari Amerika Selatan dan kawasan-kawasan lain.






Nicola Gratteri



Keterangan gambar,


Kasus ini ditangani oleh Nicola Gratteri, jaksa berusia 62 tahun, yang dikenal banyak menangani kasus-kasus mafia.




Namun dakwaan bagi ratusan orang ini tak hanya terkait dengan kejahatan narkoba.

Ada juga dakwaan menjadi anggota atau terlibat kegiatan mafia, pembunuhan, percobaan pembunuhan, pemerasan, aktiitas lintah darah, mengakses rahasia negara dan penyalahgunaan wewenang.

"Proses hukum menunjukkan bahwa aktivis kelompok 'Ndrangheta sudah jauh mengakar ke dalam kehidupan masyarakat," kata Federico Varese, guru besar ilmu hukum pidana di Universitas Oxford, kepada kantor berita AFP.

Ini juga menjelaskan mengapa jumlah terdakwa mencapai ratusan orang, imbuh Varese.

Kasus ini ditangani oleh Nicola Gratteri, jaksa berusia 62 tahun, yang dikenal banyak menangani kasus-kasus mafia. Ia mendapatkan perlindungan polisi selama lebih dari 30 tahun, untuk memastikan keselamatannya.

Ia bertekad untuk membubarkan kelompok 'Ndrangheta, yang ia gambarkan "telah menyengsarakan warga".

Namun Profesor Varese memperingatkan bahwa peradilan ini bukan akhir dari kelompok tersebut.

"Bisa saja, para anggotanya dijebloskan ke penjara, namun juga akar persoalannya tak ditangani, orang-orangnya akan mendirikan kelompok yang baru," kata Varese.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Italia
 
  Pengadilan Mafia Terbesar di Italia Beberapa Dekade, Ratusan Anggota 'Ndrangheta, Kelompok Penjahat 'Paling Kuat', Didakwa
  Jembatan Layang Ketinggian 45 Meter di Italia Ambruk, 35 Tewas dan Mobil-mobil Jatuh
  Migran Laut Tengah yang Tewas Mencapai 30.000
  Operasi Besar atas Mafia Italia, 163 Ditangkap
  Presiden Italia Bersaksi di Pengadilan Mafia
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2