Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
2019-07-17 08:23:34
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Relawan dan pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diimbau tidak terjebak oleh penggiringan opini yang menyesatkan usai pertemuan Prabowo dengan presiden terpilih Joko Widodo, Sabtu (13/7) lalu.

Begitu tegas Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais saat memberikan keterangan pers di kediamannya di Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

"Saya ketua Dewan Pembina BPN, jadi saudara-saudara relawan yang saya cintai di seluruh tanah air, anda jangan terperangkap oleh hoax, oleh halusinasi, oleh imajinasi yang berlebihan," ujarnya.

Amien menyebut Prabowo tetap seperti jati dirinya sebagai kritikus dan pengawas pemerintah. Bertemu dengan Jokowi adalah cara Prabowo berbesar hati menerima kekalahan dalam pilpres lalu.

"Jadi memang ini kebesaran jiwa Pak Prabowo, jangan pernah menyangka ada kompromi yang menggadaikan prinsip!" tegas mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu.

Amien yang baru saja bertemu Prabowo menyebutkan dalam pertemuan itu satu-satunya tujuan adalah mengakhiri pengkubuan dengan pengistilahan cebong dan kampret.

"Jadi hanya betul-betul pertemuan dua tokoh yang intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret ya, sehingga tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur gitu," ujarnya.

Amien Rais menggelar pertemuan dengan Prabowo Subianto secara diam-diam sore tadi.

"(Pertemuan) bukan di 04 atau 06 Kertanegara, bukan di sini (rumah Amien), tapi di tempat lain. Berlangsung sekitar 25 menit," ujar Amien.

Amien menyebutkan dari pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan bersama Presiden Joko Widodo pada Sabtu lalu sama sekali tidak membahas tentang bagi-bagi jabatan atau deal politik tertentu.

"Kemarin itu sama sekali tidak berdiskusi bermusyawarah bertukar pikiran mengenai power sharing, mengenai pembagian kursi," jelasnya.

Diceritakan Amien, pertemuan Jokowi dan Prabowo semata-mata untuk menghapus pengkubuan masyarakat yang diistilahkan dengan cebong dan kampret.

"Sehingga tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur gitu," ungkap mantan Ketua MPR ini.

Ditegaskan lagi soal lokasi pertemuan, Amien tidak mengelak saat wartawan bertanya apakah pertemuan itu digelar di kediaman Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Maher Algadri.

"Persis (pertemuan di kediaman Maher, Bilangan Kemang, Jakarta Selatan)," tukas Amien singkat.

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan rapat bersama dewan pembina Partai Gerindra untuk membahas langkah politik ke depan.

"Saya bocorkan supaya Anda tidak curious (penasaran)," ujar Amien Rais.

Bocoran dari Amien, pertemuan Dewan Pembina Partai Gerindra itu salah satunya akan membahas soal rekonsiliasi. Yakni, bagaimana rekonsiliasi yang akan dilakukan harus betul-betul berorientasi kerakyatan.

"Kalau memang betul untuk kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan air, memperkuat ketahanan bangsa, perbaikan kekuatan militer dan lain lain, kemudian pro kepada rakyat, pro Pasal 33 UUD 1945, maka semua bisa dipertimbangkan," jelasnya.

Meski nanti akan terjadi rekonsiliasi, Amien memastikan bahwa Prabowo akan tetap memainkan peran sebagai oposisi untuk mengawasi dan mengkritisi jalannya pemerintahan.

"Jelas sekali akan memilih sebagai oposisi yang bertanggung jawab, demokratis, terbuka, santun, etis," tukas mantan Ketua MPR RI ini.(dt/wv/aa/RMOL/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

Prabowo Jadi Menhan, Relawan Jokowi pada Kecewa

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

 

  Berita Terkini
 
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

HNW: Pimpinan Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi

Dibutuhkan Keseriusan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pangan Dalam Negeri

PKS Khawatirkan Nasib Pendidikan Indonesia di Bawah Mendiknas Nadiem Makarim

Puji Setyowati Soroti Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2