Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Polisi: Hasil Penjualan Sabu Kode 555 Asal Timur Tengah Diduga untuk Biayai Teroris
2020-12-23 21:10:46
 

Satgassus Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya saat membeberkan barang bukti 201 kg Sabu.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polisi menyebut ada dugaan rencana hasil penjualan 201 kilogram sabu yang disita di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pada Selasa (22/12) malam, akan digunakan untuk pendanaan kegiatan terorisme di Timur Tengah.

"Ada indikasi (hasil jualan) ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di sana (timur tengah, red). Ini dugaan sementara," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/12)

Yusri mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami apakah dana hasil penjualan sabu juga mengalir untuk membiayai teroris di Indonesia.

"Masih mendalami pihak-pihak lain yang terlibat. Siapa orang di atasnya yang lebih besar masih terus kami kejar. Yang jelas indikasinya ini jaringan internasional yang digunakan untuk pendanaan terorisme," ujar Yusri.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari penangkapan penyelundupan sabu pada 31 Januari 2020 lalu.

"Sabu yang polisi sita kali ini memiliki kode yang sama dengan yangJanuari lalu disita, yakni bernomor 555 yang mengartikan jaringan Timur Tengah," beber Yusri.

Sebelumnya Yusri menjelaskan, pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Satgas Merah Putih Bareskrim Mabes Polri dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dari hasil kerja tim itu, polisi berhasil menangkap 11 orang terduga pemasok narkoba jenis sabu jaringan Timur Tengah dari sejumlah tempat di Jakarta. Mereka diciduk di berbagai tempat saat barang asal Timur Tengah itu datang ke Indonesia.

"Peran masing-masing mulai dari menerima hingga mengantar. Kami masih melakukan pengembangan lagi, apakah masih ada barang lagi atau tidak," tukasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 114 KUHP dan UU No 35 tahun 2010 tentang penyalahgunaan narkoba.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Januari-Februari 2021, Reskoba Polres Samarinda Ringkus 7 Pelaku dengan Barang Bukti 1 Kg Sabu
  Ini Fakta-fakta Penangkapan Jennifer Jill Tersangka Kasus Narkoba
  Bakamla RI dan BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jenis Sabu Seberat 436 Kg
  Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Internasional seberat 353 Kg, 11 Pelaku Diamankan
  Ditangkap Polisi, Beiby Putri Mengaku Pakai Sabu karena Sepi Job Saat Pandemi Covid-19
 
ads1

  Berita Utama
HNW: Masyarakat Menolak Penghapusan Santunan Korban Covid-19

Waketum MUI: Kerumunan Jokowi dan Rizieq Cukup Dihukum Denda

Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pengadaan Makan Tahanan, Polres Metro Jakarta Barat Keluarkan Anggaran Senilai Rp 6,5 Miliar

Polres Metro Jakarta Selatan Segera Umumkan Pemenang Tender Pengadaan Peralatan Kantor Senilai Rp 1,9 Miliar

Samsat Cikokol Adakan Pelayanan Khusus Pemilik STNK & BPKB yang Rusak atau Hilang Akibat Banjir

Mendikbud Apresiasi PTM yang Raih Gelar Universitas Islam Terbaik Dunia 2021

Usai Dipecat, Darmizal dan 7 Kader Ini akan PTUN-kan Ketum PD AHY

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2