Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pencurian
Polisi Tangkap 10 Pencuri Kabel Primer Bawah Tanah Milik Telkom
2019-09-04 19:04:51
 

Kapolsek Taman Sari AKB Ruly Indra Wijayanto saat konferensi pers.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polsek Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat menangkap 10 tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP. Sepuluh pemuda itu diamankan polisi lantaran mencuri kabel primer bawah tanah milik perusahaan telekomunikasi PT. Telkom.

Penangkapan para tersangka bermula dari laporan masyarakat sekitar, yang saat itu menaruh curiga dan melapor ke aparat keamanan wilayah pada 29 Agustus 2019, sekira pukul 05.00 Wib.

Kepala Polsek Taman Sari AKB Ruly Indra Wijayanto menjelaskan, para pelaku ditangkap karena tidak dapat memberikan surat tugas, dan melihat perilaku mencurigakan.

"Kami mengamankan barang bukti 28 (potongan) kabel (tiap potongan panjang 1 meter), peralatan seperti linggis, kampak, palu martil. Kita mengkomunikasikan dengan Telkom Jakarta Utara, ternyata tidak ada tugas dan pengecekan," ujar Ruly dalam konferensi pers di kantor Polsek Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (4/9).

Sepuluh tersangka berinisal DK, JY, HR, AR, AA, AS, WY, DS, HT, dan SP. Delapan diantaranya beraksi sebanyak tiga kali, dan dua lagi beraksi sebanyak dua kali.

Para pelaku berombongan dan berpakaian seperti petugas Telkom dengan peralatan lengkap agar warga tidak curiga.

"Beberapa di antaranya pegawai harian lepas yang pasang kabel optik Telkom. Yang bersangkutan mengetahui lokasi yang bisa digunakan untuk aksi kejahatan. Koordinator atas nama HR, dituakan kelompoknya," ujarnya.

Mereka melakukan aksinya di Jembatan Bociang, Kelurahan Mangga Besar, dan memotong kabel fiber optik bawah tanah Telkom serta mencurinya.

"Satu orang mendapat keuntungan sekitar Rp300 ribu," ujar Ruly.

Warga yang curiga terhadap tindakan mereka kemudian menghubungi Polsek Taman Sari, kemudian petugas kepolisian meringkus para pelaku yang tidak bisa membawa bukti surat penugasan.

Atas perbuatannya, sepuluh pemuda itu terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Pencurian
 
  Alfamart di Pamulang Bukan di Rampok, Tapi Dibobol Maling
  Polisi Tangkap 2 dari 5 Pelaku Sindikat Spesialis Pembobol Minimarket
  4 Pelaku Ketangkap Basah Bobol Minimarket, Polisi: 1 Ditembak Mati dan 1 DPO serta 2 Diamankan
  Spesialis Pencurian Rumah Kosong Diciduk Polisi, Ngaku Sudah 10 Kali Maling di Kawasan Jakarta Barat
  Polisi Amankan 5 Tersangka Pencurian Uang Milik Pengusaha Rp 4,25 Miliar, Pelaku Ternyata Orang Dalam
 
ads1

  Berita Utama
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi

Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra

Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati

Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Monitor Implementasi Bansos Covid-19 di DKI Jakarta dan Kemendes PDTT

Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP

DPR Tegaskan Pentingnya Pengawasan Anggaran Covid-19

Jokowi Merasa Ngeri

Virus Corona: Trump Resmi Menarik AS dari Keanggotan WHO di Tengah Pandemi Covid-19

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2