Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Polres Bandara Soekarno Hatta Gagalkan Pengiriman 8 Kg Ganja Lewat Kargo
2019-11-05 19:26:25
 

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian Rishadi saat memperlihatkan barang bukti ganja seberat 8 kg.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengamankan (8) delapan kilogram ganja di kawasan Terminal Kargo, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Diamankan barang haram itu berawal dari terkuaknya penemuan paket mencurigakan pada Sabtu (12/10) lalu.

Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan, ganja seberat delapan kilogram tersebut dikirim dari Padang, Sumatera Barat.

"Pengendalian barang itu dikendalikan oleh tersangka H dan pengiriman melalui Padang, menuju Jakarta dan berakhir di Lombok, NTB kepada tersangka M," ungkap Arie di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (5/11).

Arie menjelaskan, kasus yang berkedok pengiriman barang kargo tersebut kerap terjadi. Oleh karenanya, petugas kargo sudah terbiasa dengan ciri-ciri barang yang berisikan barang haram itu.

"Ketika sampai di Bandara Soekarno-Hatta ditemukan pihak kargo (Regulated Agent) dan langsung dilaporkan ke kita," kata Arie.

Ia menjelaskan penangkapan kedua tersangka dilakukan di dua tempat berbeda yakni Lombok dan Jakarta pada 14 Oktober dan 16 Oktober 2019.

Menurut pengakuan kedua tersangka, mereka sudah delapan kali melakukan pengiriman Narkotika jenis ganja menggunakan jasa pengiriman kargo.

"Mereka modusnya menggunakan kargo biasa, dibungkus, dilakban dan dimasukan ke kemasan. Pengiriman menggunakan TIKI, jadi pembayaran transfer untuk 8 kilogram, ini ditransfer Rp 6 juta," tutur Arie.

Barang bukti ganja seberat 8 kilogram itu langsung dibakar menggunakan mesin Incenerator dengan suhu yang mencapai ribuan celsius.

Arie juga meminta kepada petugas ekspedisi untuk memperketat peredaran barang-barang berbahaya terutama narkotika.

"Kita sudah kerja sama dengan pihak kargo dan para pelaksana jasa pengiriman, juga bea cukai untuk lebih intensif dan lebih ketat melakukan pengawasan terhadap peredaran narkotika," tandasnya.(bh/amp)




 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  JBMI Dorong Pemerintah Bentuk Standarisasi Nasional Rehabilitasi Pengguna Narkoba
  Polisi Tembak Mati Pengedar 210 Kg Ganja, PMJ: Akan Diedarkan untuk Malam Tahun Baru 2020
  Polisi Tembak Mati Pria Pakistan Penyelundup Heroin 5 Kilo
  Tim BNN Berhasil Babat 4 Hektar Lahan Ganja Di Pegunungan Seulimun
  Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi
 
ads1

  Berita Utama
Polda Metro Jaya Ungkap Praktik Klinik Injeksi 'Stem Cell' Ilegal

Ini Kata Prof Yusril Soal Polemik Penundaan Pelantikan Bupati dan Wabup Terpilih Kabupaten Talaud

Kawal Skandal Korupsi Jiwasraya, KAKI Desak Kejagung Tetapkan dan Tahan Tersangka

Demo Banjir Hanya Pengalihan Kasus Korupsi Jiwasraya, ASABRI, dan KPU

 

ads2

  Berita Terkini
 
Aktris Senior Ade Irawan Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

Muslim Ayub: Penentuan Lokasi Kongres PAN Langgar Mekanisme Partai

Ketika KPK Sudah Jinak

Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Pemalsu Website PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

Target Raih WBK, Kejari Bonbol Rencanakan Bangun Gedung Layanan Tilang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2