Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Kasus Dugaan Pencurian Pulsa Konsumen
Polri Janji Seret Petinggi Dua Operator Selular
Friday 16 Mar 2012 21:44:13
 

engunjuk rasa meminta penuntasan kasus dugana pencurian pulsa kosumen ponsel (Foto: Gaptekupdate.com)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Mabes Polri berjanji akan menjerat petinggi dua operator selular lain yang diduga terlibat kasus dugaan pencurian pulsa. Namun, hal tersebut tergantung hasil pengembangan berkas tiga tersangka yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

"Kami akan proses tuntas kasus ini. Sekarang sedang dievaluasi untuk tiga tersangka terdahulu. Kami akan siapkan berkasnya dan akan kami uji coba untuk tiga kasus ini, agar bisa mengaitkan kepada yang (tersangka) lain," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Saud Usman Nasution kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/3).

Saud juga menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam kasus pencurian pulsa ini akan ditetapkan sebagai tersangka. akan memeriksa petinggi operator berinisial I. Namun, polisi belum menjadwalkan waktu pemeriksaan. "Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab karena merugikan konsumen," kata Saud.

Namun, ketika ditanya soal inisial dari I, Saud enggan menyebut identitas saksi yang akan dipanggil dalam waktu dekat untuk menjalani proses pemeriksaan itu. I dipanggil berdasar keterangan saksi dan tersangka yang telah diperiksa sebelumnya. Saud pun kembali enggan menyebut keterlibatan I dalam kasus tersebut. “Nanti saja, tunggu hasil pemeriksaan,” selorohnya.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan Vice President Digital Music Content Management PT Telkomsel berinisial KP Vice Presiden PT Telkomsel Krisnawan Pribadi sebagai tersangka. Selain itu, Dirut PT Colibri Network berinisial NHB dan Dirut PT Multi Play berinisial WHM juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka kami jerat dengan pasal 62 jo pasal 9 UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen jo pasal 28 jo pasal 45 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 362 jo 378 KUHP.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa operator selular tersebut diduga merupakan pihak yang menandatangani perjanjian dengan perusahaan CP. Penyidik juga telah memeriksa Direktur Utama PT XL Axiata Hasnul Suhaimi sebagai saksi. Dari informasi yang dihimpun wartawan, kedua tiga operator juga melakukan kerjasama dengan PT Colibri Network dan Multi Play.

Meski penyidikan sudah berjalan, pihak kepolisian belum menghitung kerugian yang ditimbulkan dari kasus pencurian pulsa tersebut. Dalam proses penyelidikan sendiri, tim penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 88 saksi. Mereka ini terdiri dari sejumlah saksi pelapor yang menguatkan kasus pencurian ini, 33 saksi dari Telkomsel, 37 saksi dari perusahaan CP dan 10 saksi ahli.(dbs/bie)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi

Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia

 

  Berita Terkini
 
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka

Pesan Istri Sandiaga Uno untuk Milenial: Jangan Golput

Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Dukung Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2