Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto: Banyak Elite Sudah Berkhianat
2018-10-11 13:31:04
 

Ilustrasi. Tampak Prabowo saat menghadiri Rakernas LDII 2018 Di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin (Lubang Buaya, Jak-Tim).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tidak sedikit elite bangsa sudah melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi. Banyak pemimpin atau bagian dari pemimpin tidak menjalankan amanat konstitusi yaitu Pasal 33 UUD 1945.

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, pengkhianatan itu nampak nyata saat elite lebih memilih untuk menjalankan ekonomi liberal ketimbang ekonomi berbasis pada konstitusi. Ekonomi liberal tentu hanya akan menguntungkan segelintir orang bukan rakyat kebanyakan.

Demikian ditegaskan ketua umum Partai Gerindra itu saat memberikan materi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) di Pondok Pesantren Minhajurasidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

"Saya melihat ada suatu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa ini. Elit kita tidak berpikir yang besar, rakyat. Mereka lebih mementingkan kepentingan dirinya, kelompoknya, dan sebagainya. Dan ini bukan hanya berjalan satu dua tahun, tapi sudah berjalan puluhan tahun," ujar Prabowo.

Dia menjelaskan bahwa elite yang dimaksud adalah mereka-mereka yang menjadi pemimpin atau bagian dari pemimpin itu sendiri.

"Elite itu bagian dari pimpinan. Saya golongkan diri saya elite. Karena saya bagian dari itu. Dulu orde baru saya percaya neoliberal itu baik," imbuhnya.

Prihatin dengan kondisi tersebut, mantan Danjen Kopassus ini pun mengaku sudah menuliskan sebuah buku berjudul "Paradoks Indonesia".

Buku bersampul warna putih itu pun langsung dibagikan secara cuma-cuma kepada semua peserta Rakernas LDII 2018.

"Sudah dapat semua bukunya? Saya menuangkan pikiran saya dalam sebuah buku ini. Mudah-mudahan kalau belum nanti saya tambah lagi," ujar Prabowo.

Dia kembali menekankan, buku Paradoks Indonesia merupakan bentuk dari kegelisahannya akan kondisi ekonomi bangsa yang terus saja melemah. Rakyat semakin susah, nilai tukar rupiah semakin melemah. Padahal, bangsa ini memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa.

"Negara yang begitu kaya, dengan mineral dan sumber daya yang besar, tapi sebagai bangsa kita bisa dikatakan sebagai bangsa yang tekor, bangsa yang rugi," sesalnya.

Makanya, demi menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di bidang ekonomi dan bidang lainnya, Prabowo mengatakan Pasal 33 UUD 1945 harus diimplementasikan dengan sebaik-baiknya.

"Jika tidak, menurut saya ini adalah ekonomi kebodohan. Economic of stupidity," demikian Prabowo.(rus/RMOL/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Prabowo Subianto
 
  Prabowo Saja Begini, Bagaimana Mau Mempercayai yang Lain?
  Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
  Pak Prabowo, Belum Melawan Kok Sudah Bubar Jalan?!
  Warisan Yang Akan Ditinggalkan Prabowo Untuk Indonesia
  Capres Prabowo Melakukan Ziarah ke Makam Ayahnya
 
ads1

  Berita Utama
Pasangan Suami Istri Ini Berhasil Gasak 100 Motor Sejak 2018

Polda Metro Jaya Ungkap Praktik Klinik Injeksi 'Stem Cell' Ilegal

Ini Kata Prof Yusril Soal Polemik Penundaan Pelantikan Bupati dan Wabup Terpilih Kabupaten Talaud

Kawal Skandal Korupsi Jiwasraya, KAKI Desak Kejagung Tetapkan dan Tahan Tersangka

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Bela Angkatan Bersenjata

Law Firm FAS dan Lapas Tebing Tinggi Gelar Konsultasi Hukum Gratis Bagi Warga Binaan

Pasangan Suami Istri Ini Berhasil Gasak 100 Motor Sejak 2018

Pembentukkan Perusda Baru Akan di Moratorium

Izin Investasi Kaltim Meningkat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2