Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Advokat
Prahara Advokat Sejak 2006, Tiga Wartawan Saksinya
2019-10-09 12:46:59
 

Advokat Hartono Tanuwidjaja saat main catur.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM -Setelah sekian lama perseteruan advokat Hartono Tanuwidjaja versus Iming Maknawan Tesalonika terjadi sejak tahun 2006 hingga saat ini, belum juga usai.

Seiring berjalannya waktu, gugat menggugat pun tak terelakkan. Selain itu keduanya pun saling lapor dan membuat Laporan Polisi (LP). Tapi beberapa LP yang dibuat Iming kepada Hartono sudah di SP3. Sedangkan salah satu LP Hartono nampaknya akan berlanjut.

Pasalnya, menurut Hartono pihaknya baru mendapatkan satu eksemplar surat dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada 6 September 2019 lalu. "Prihal, surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan. Dengan nomor: B/4650/lX/RES.1.18/2019/Ditreskrimum, ujar Hartono pada, Rabu (9/10) di ruang kerjanya, di Jakarta.

Menurut Hartono surat tersebut berdasarkan LP nomor: LP/5367/XI/2017/PMJ/ Ditreskrimum. "Walaupun sudah hampir dua tahun LP tersebut mandek, tapi akhirnya berjalan juga," imbuhnya.

Dalam surat itu menyatakan bahwa sehubungan dengan Laporan Polisi ke SPKT Polda Metro Jaya tersebut, terjadi dugaan tindak pidana fitnah dengan pengaduan palsu atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 317, 310 dan 311 KUHP, pada 12 Oktober dan 2 November 2017 di Jakarta Selatan atas nama terlapor Iming.

Selaku pelapor menurut Hartono, sepekan sebelumnya Ia juga mendapat surat dari Polda, tepatnya pada 26 Agustus 2019. "Dalam surat tersebut pada intinya menyatakan telah dilakukan pemeriksaan interview terhadap saksi, Hartono Tanuwidjaja dan Miko Suharyanto beserta tiga orang wartawan," ucapnya.

Selain itu, juga telah dilakukan juga wawancara dan koordinasi dengan Kompolnas terkait surat dari Iming, Nomor: 107/LRT-TNP/IX/17 tertanggal 12 September 2017. Dengan ahli bahasa, Dr Arie Andrasyah Isa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbut.

Nah, rencana tindakan selanjutnya akan melakukan gelar perkara peningkatan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Demikianlah surat yang diterimanya, ditandatangani oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kasubditkamnek selaku penyidik, Kompol Dwiasi Wiyatputra.

SPDP

Sementara itu, ditempat terpisah, Pengacara Iming belum mengetahui atau menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tentang perkaranya .

"Saya belum tahu tentang pemberitahuan Polda Metro Jaya soal perkembangan penyidikan perkara saya. Saya juga belum tahu tentang SPDP yang saudara tanya karena saya belum menerima surat tentang itu dari Penyidik," ujar Iming menjawab konfirmasi wartawan seperti dikutip dari berita-one.

Lebih lanjut Iming malah balik bertanya, siapa yang melaporkan dirinya hingga penyidik mengeluarkan surat pemberitahuan perkembangan perkara?

Dijelaskan bahwa dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dia pernah menyurati Kompolnas dan dalam suratnya menyebut nama Hartono Tanuwidjaja dan Miko Suharianto hingga Hartono merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya dan institusi Polri.

"Enggak apa-apa kalau berlanjut. Tentang surat penyidik dan surat SPDP, saya belum tahu dan belum menerimanya," tandasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Advokat
 
  Herwanto Ketum Barisan Advokat Bersatu: Siapa Mitra Advokat dalam Penegakan Hukum?
  Advokat Usulkan MK Bentuk Pusat Bantuan Hukum Bagi Masyarakat
  Ratusan Advokat Deklarasi Ricardo Simanjuntak dan Melli Darsa Siap Pimpin PERADI 2020 - 2025
  Prahara Advokat Sejak 2006, Tiga Wartawan Saksinya
  Hakim Tolak Gugatan PMH 10 Pejabat RI, Penggugat Banding
 
ads1

  Berita Utama
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

 

ads2

  Berita Terkini
 
Cadangan Emas Menipis, RI Sempat Impor dari Singapura

Travelling pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Pesan untuk Traveller

Grab Didenda Puluhan Miliar, Pengamat Hukum: Investor Asing Tidak Boleh Rugikan Pengusaha Lokal

Pertamina dan Dinas LH DKI Jakarta Gelar Uji Emisi Gratis

Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2