Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang
2020-06-29 10:58:55
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman bisa memahami suasa kebatinan Presiden Joko Widodo menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

Jokowi sapaan akrab Kepala Negara pada Rapat Kabinet pada 18 Juni lalu, memberikan peringatan keras kepada jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang berkinerja jeblok menagani pandemik.

Peringatan keras bisa berupa melakukan perombakan kabinet atau reshuffle, bahkan tidak segan-segan membubarkan lembaga.

"Sangat bisa dipahami suasana batin pak @jokowi," kata Sohibul Iman lewat akun Twitter miliknya @msi_sohibuliman, Senin (29/6).

"Jika benar para anggota kabinet belum bahkan tidak memiliki sense of crisis, tentu sangat mengherankan sekaligus memprihatinkan. Sebab rakyat sudah merasakan dan mengalami krisis sejak awal Covid-19," lanjut dia.

Namun, Sohibul Iman mengungkapkan, marah Jokowi harusnya sudah lama disampaikan, dari awal-awal. Sebelum virus corona merajalela menghantam Indonesia dari segala bidang.

"Jika diingat awal wabah Covid-19 banyak menteri mengguyonkannya, itu tanda-tanda awal ketiadaan sense of crisis mereka. Pak @jokowi
mestinya marah dari dulu, bukan sekarang," tutup dia dengan emoticon wajah sedikit senyum.(RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  Jokowi Merasa Ngeri
  Ketua Fraksi PKS Harap Kemarahan Presiden Ada Tindak Lanjutnya
  Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang
  Tiga Kesalahan Boni Hargens Dan Isu Kudeta Pemerintahan Jokowi
  Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
 
ads1

  Berita Utama
Demo Didepan Gedung DPR, Slamet Maarif: Jika Masih Membahayakan NKRI Akan Kita Tolak!

Kapolri Copot Jabatan Brigjen Prasetijo Utomo Terkait 'Red Notice' Djoko Tjandra

Banggar DPR Kecewa Pemerintah Indonesia Alihkan Dana Covid-19 untuk Bayar Utang

Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan Akibat Penyalahgunaan Kewenangan Penerbitan KTP - EL

 

ads2

  Berita Terkini
 
DPR Tegaskan Tidak Ada Pengesahan RUU HIP dan 'Omnibus Law'

Demo Didepan Gedung DPR, Slamet Maarif: Jika Masih Membahayakan NKRI Akan Kita Tolak!

Konsep RUU BPIP Berbeda dengan RUU HIP

SPRI Surati Kepala Daerah dan Menteri Terkait UKW dan Verifikasi Media

Disparekraf DKI Jakarta Segel 26 Tempat Hiburan Selama PSBB Transisi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2