Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Pemalsuan
Saksi: Rekening Perusahaan CV Prima Ekspres, Tiga di BCA dan Satu di Bank MaS
2019-12-17 10:02:24
 

Suasana saat sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan tanda tangan dengan terdakwa Rudy Kurniawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan tanda tangan dengan terdakwa Rudy Kurniawan Sukolo alias Rudy kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/12).

Dalam persidangan yang diketuai majelis hakim Desbeneri Sinaga ini, kembali mendengarkan keterangan saksi Sandra Setiawan sambil memeriksa bukti-bukti keterangannya Kamis (12/12) lalu, terkait kepemilikan empat rekening CV Prima Ekspres. Yakni ada tiga rekening di Bank BCA dan satu di Bank Multiartha Sentosa (MaS).

Didepan persidangan, Sandra menjelaskan perihal kepemilikan rumah kos-kosan yang berada di wilayah Jakarta Barat. Tapi dia tidak mengetahui secara pasti apakah kreditnya sudah lunas atau belum.

"Saya hanya mengetahui ada rumah dan tempat kos-kosan. Tetapi saya tidak tahu apakah sudah lunas atau belum," ucapnya.

Selanjutnya jaksa penuntut umum (JPU) Santoso menanyakan kepada Sandra apakah dirinya mengetahui ada peralihan hutang dari CV Prima Ekspres kepada perusahaan milik Rudi.

"Karena CV Prima Ekspres sudah mundur usahanya. Lalu dari pihak Bank MaS menyarankan agar hutang dialihkan. Sebab ada perusahaan lain yang dipimpin oleh Pak Rudi," ungkap Sandra.

Mendengar ucapan Sandra tersebut majelis hakim yang diketuai Desberi Sinaga tersebut sontak menyatakan apakah benar peralihan hutang tersebut atas inisiatif pihak Bank MaS. Sebab, berdasarkan keterangan saksi sebelumnya, mengatakan peralihan utang itu berdasarkan masukan dari terdakwa Rudi.

"Jadi mana yang benar (keterangan saksi)? Jangan menimbulkan masalah baru. Kalau tau bilang tau. Jangan ditambah atau dikurangi. Sebab anda sudah disumpah nanti bisa kena sumpah palsu," kata Desbeneri, menegaskan kepada saksi Sandra, keterangan palsu itu 7 tahun penjara, ucapnya.

Selanjutnya saksi Sandra terdiam. Lalu kembali dicecar pertanyaan mengenai penandatangan surat perpanjangan hutang dari Bank MaS kepada CV Prima. Sandra mengatakan mengetahuinya.

"Saya tau soal penandatangan surat perpanjangan hutang. Sebab setelah ditandatangani surat itu. Kemudian diambil oleh kurir dan kembali lagi kepada saya," tandasnya.

Setelah mendengarkan keterangan Sandra, saksi selanjutnya yang hedak diperksa adalah istri terdakwa Rudy. Kendati demikian dirinya tidak jadi bersaksi di persidangan.

"Ya sudah kalau tidak mau bersaksi, tidak apa-apa. Daripada nanti jadi retak hubungan rumah tangga," pungkas ketua majelis hakim Desbeneri sembari menutup persidangan.(bh/ams)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi

Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra

Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati

Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP

DPR Tegaskan Pentingnya Pengawasan Anggaran Covid-19

Jokowi Merasa Ngeri

Virus Corona: Trump Resmi Menarik AS dari Keanggotan WHO di Tengah Pandemi Covid-19

'Garap' 305 Anak Perempuan Dibawah Umur, Pak Tua Asal Perancis Ini Terancam Hukuman Mati

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2