Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Banjir
Semarang Banjir Jakarta Tidak, Warganet: Buzzerp Kapan Ngebacot?
2021-02-07 06:05:21
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hujan lebat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, 6 Februari 2021 membuat sejumlah kawasan di Kota Semarang dikepung banjir. Daerah yang diterjang banjir cukup besar antara lain di jalur Pantura Mangkang ke arah Jakarta, dan daerah Kaligawe menuju Demak dan Surabaya.

Dari pantauan lapangan, di Mangkang, air bah meluap dari Sungai Bringin menggenangi jalan raya Semarang-Kendal. Akibatnya, kemacetan panjang pun terjadi Sabtu pagi ini.

Kendaraan minibus pun tidak berani lewat dan memilih berhenti sementara. Hanya truk dan bus besar yang berani lewat, itu pun pelan-pelan. Air bah Sungai Beringin juga meluap dan menerjang permukiman di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu Semarang. Warga pun berjibaku menyelamatkan diri dan mengamankan harta benda mereka.

Sementara itu, di jalur pantura timur Semarang, banjir yang kemarin sudah menggenang kini bertambah tinggi akibat guyuran hujan semalaman hingga Sabtu pagi. Ketinggian air mencapai lebih dari satu meter ada di persimpangan jalan Kaligawe dan jembatan tol.

Banjir yang cukup besar juga ada di depan Rumah Sakit Sultan Agung. Banjir sampai menutup jalan masuk menuju rumah sakit. Praktis, lalu lintas di sekitarnya jug nyaris lumpuh karena kendaraan sulit lewat.

Banjir juga menggenangi pemukiman warga lainnya. Antara lain di Genuk, Bangetayu, Pengapon, Tlogosari, Sawah Besar, hingga Anjasmoro.

"Kita sedang data ini mas, anggota masih di lapangan, ada minimal 10 titik yang terkena banjir dan sebagian longsor, data lengkapnya menyusul," kata petugas piket posko BPBD Kota Semarang.

Tim Sar dan BPBD Kota Semarang saat ini sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Komentar warganet:

Pengguna media sosial mengaitkan peristiwa banjir di Semarang Jeteng dengan Provinsi DKI Jakarta. Alasannya gubernur DKI, Anies Baswedan sering dinyinyiri jika terjadi banjir.

Diketahui sejak awal 2021 Provinsi DKI belum dilanda peristiwa banjir hingga hari ini.
Sementara, Kota Semarang dilanda banjir besar sejak Jumat, 5 Februari 2021. Hingga hari ini, Sabtu 6 Februari 2021, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tempat Gubernur Ganjar Pranowo berkantor itu masih digenangi air dengan ketinggian beragam.

Semarang pun menjadi salah satu trending topic di Twitter Indonesia. Sejak pagi hari, Semarang menjadi pembicaraan warganet.

Namun uniknya, meski Semarang yang banjir, justru nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ikut trending topic.

Cuitan dengan nama "Pak Anies", hingga sore ini sudah sebanyak 4.684 pembicaraan. Tak sedikit dari warganet yang mengaitkan banjir yang terjadi di Semarang dengan kinerja Anies Baswedan.

Entah menyindir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau apa, yang jelas warganet memang cukup iseng dengan menulis kata "Pak Anies" dalam setiap cuitan terkait banjir di Semarang.

"Yang banjir semarang kenapa yang trending pak anies," taya warganet yang tampak heran.

"Salah Pak Anies ? Banjir ini di Kaligawe, Semarang JaTeng.. (6/Feb/2021)," cuit warganet menyertakan sebuah video banjir di Semarang.

"Pak anies baswedan kemana semarang kok bisa banjir gini," sindir warganet.

"Semoga pak Anies tdk ikut disalahkan krn Semarang Banjir...," ujar warganet lainnya.

"Pak Anies kemana inih? Semarang banjyerrr pakk....," lanjut netizen lain.

"Pak Anies gmn ini,ga becus kerja....knp sampai banjir gini," tulis warganet lain mengomentari.

Sampai sore ini, banjir memang masih belum surut dari kota tersebut. Bahkan kawasan Kota Lama Semarang juga ikut dilanda banjir.

Berdasarkan informasi, banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur sejak kemarin.

Banjir melanda kawasan wisata sejarah peninggalan Belanda itu dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 1 meter.

Dilansir Antara, selain di Kota Lama, banjir juga menggenangi kawasan sekitar Jalan Pemuda dan Jalan Agus Salim yang akan menuju Pasar Johar.

Baca Juga: RUU Pemilu Ditolak Mayoritas Fraksi, Rocky Gerung: Meski Anies Baswedan Nganggur 2 Tahun, Ini Lebih Berbahaya

Genangan air di sebagian ruas Jalan Imam Bonjol juga menyebabkan akses menuju Kota Lama Semarang tidak bisa dilalui pengendara sepeda motor maupun mobil yang jarak ke tanahnya rendah.

Banjir juga melanda sejumlah pemukiman di wilayah Tlogosari dan Anjasmoro Semarang, serta akses Jalan Kaligawe Semarang.

Sementara akibat luapan Sungai Bringin di Kelurahan Mangkang Wetan, banjir sempat merendam akses jalur Pantura di wilayah barat Kota Semarang itu.

Seorang warga Mangkang Wetan, Abdul Rauf, mengatakan air mulai meninggi pada Sabtu sekitar Subuh.

Menurut dia, air masuk hingga ke dalam rumah-rumah warga. "Untuk di jalur Pantura, ketinggian air sekitar lutut orang dewasa," katanya.

Ia menambahkan hanya kendaraan besar seperti truk yang berani melintas saat banjir menggenang.(dbs/gelora/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Latih Asesor Wartawan, BNSP Larang Dewan Pers Sertifikasi Wartawan

Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Aplikasi SINAR Resmi Diluncurkan, Polri: Pembuatan dan Perpanjangan SIM Cukup Lewat Online

Beda dengan Kapolri, Pengamat Terorisme Sebut Teroris ZA Bukan 'Lone Wolf'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Warga Muhammadiyah Harus Tahu, Ini 17 Karakter Berkemajuan Kiai Dahlan

Saksikan Gala Premiere Sisterlillah, Presiden PKS: Ini Kado Istimewa bagi Insan Film

Melawan Lupa, Ekonom Tagih Janji Jokowi Tuntaskan Skandal BLBI

Satpas SIM Polrestro Bekasi di Mata Tokoh Masyarakat: Cepat dan Enggak Berbelit-belit

Pandemi Corona, Kasi STNK Ditlantas Apresiasi Penerapan Prokes Samsat Se-Wilkum Polda Metro

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2