Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Penipuan
Siber Polri Tangkap 4 Penipu Online Putra Bungsu Presiden Jokowi
2020-09-19 12:00:32
 

Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono saat menyampaikan keterangan pers, didampingi Dirtipidsiber Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (kiri).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim (Dittipidsiber) Polri berhasil menangkap 4 (empat) pelaku kasus dugaan penipuan daring atau online di media sosial Instagram, yang salah satu korbannya adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

"Penyidik menemukan ada empat tersangka, AF, GR, MR, dan DFY," terang
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jum'at (18/9).

Awi menerangkan, keempat pelaku merupakan anak di bawah umur.

"Keempat pelaku ini rata-rata anak di bawah umur, antara 15 sampai 16 tahun," jelas Awi.

"Keempatnya berkenalan di dunia maya," bebernya.

Kasus tersebut bermula dari laporan polisi bernomor LP/A/508/IX/2020/Bareskrim tertanggal 8 September 2020.

Dari laporan tersebut, lanjut Awi, polisi melakukan profiling dan menemukan akun @luckycatsauction di Instagram yang melelang barang-barang "branded".

Korban yang melakukan transaksi kemudian mengirim uang ke rekening yang menurut polisi menjadi rekening penampungan. Akan tetapi, barang yang telah dibayarkan tak kunjung diterima korban.

Setelah mengecek kepemilikan akun, polisi menemukan bahwa ternyata akun tersebut dikendalikan keempat pelaku yang berada di Aceh dan Medan.

Adapun hasil penipuan online yang berhasil diraup oleh para tersangka lebih dari Rp 100 juta. Para pelaku kemudian menggunakan uang tersebut untuk foya-foya.

"Uang hasil penipuan ternyata untuk foya-foya, untuk beli pulsa, beli handphone, beli jam tangan, dan lain-lain," ujar Awi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A Ayat 1 jo Pasal 28 Ayat 1 dan/atau Pasal 51 Ayat 2 jo Pasal 36 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp 12 miliar.

Namun, karena kasus tersebut dilakukan oleh keempat pelaku yang masih di bawah umur, maka ada dua kemungkinan tindak lanjut yang dapat dilakukan aparat kepolisian.

"Sesuai UU Perlindungan Anak, pertama, dilakukan pembinaan kembali dan dikembalikan kepada orangtuanya, tentunya tetap dalam pengawasan Polri dan kedua, dilakukan 'restorative justice'," lugasnya.

"Para pelaku dititipkan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Aceh maupun Medan," tambah Awi.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, lewat kicauan di media sosial Twitter, Kaesang (putra bungsu Presiden Jokowi) mengaku jadi 'korban penipuan' lelang.

Penipuan bermula ketika sang penipu dengan username Rekening Hanya BCA (@luckycatsauction) menghubungi Kaesang melalui pesan langsung alias DM Instagram pada Minggu (30/8) lalu.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Penipuan
 
  Pasutri Donny Wijaya dengan Kurnia Mochtar Dibui karena Kasus Tipu Gelap
  Siber Polri Tangkap Pemilik PT Grab Toko Indonesia yang Rugikan Konsumen Hingga Rp 17 Miliar
  Bupati Diminta Ikut Tangani Soal Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Transaksi Beras di BUMDes Karawang
  Polri Sita 114 Miliar Hasil Ungkap Penipuan Bisnis Alat Rapid Test Covid-19 Lintas Negara
  Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu yang Dikendalikan Warga Negara Afrika
 
ads1

  Berita Utama
Sudjiwo Tedjo Heran Polri Hidupkan Pam Swakarsa Tapi FPI Dibubarkan

Ketua Satgas Doni Monardo Terpapar Covid-19, Masyarakat Diminta Hindari Makan Bersama

Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sukamta Minta Pemerintah Serius Tangani KKB di Papua

Anggota DPR Minta Anggaran Sektor Pertanian Tidak Dipangkas

Intensif Cegah Covid-19 Muhammadiyah Distribusikan Ribuan Hand Sanitizer dan 1 Juta Masker

Langgar Prokes, Para Night Biker Ditindak Satuan Patwal Ditlantas Polda Metro

Siber Bareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan, Tersangka Rasisme

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2