Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Duka Cita
Stephen Hillenburg: Penghormatan dan 'Tahlil' untuk 'Warga Bikini Bottom Masih Berduka'
2018-11-30 14:56:02
 

SpongeBob SquarePants dalam Parade Thanksgiving Tahunan Macy's di New York, November 2016 lalu.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Meninggalnya pencipta tokoh animasi SpongeBob SquarePants, Stephen Hillenburg, rupanya meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan para penggemar yang kemudian memberikan berbagai ungkapan penghormatan yang menjadi viral.

Stephen Hillenburg, meninggal dunia pada usia 57 tahun karena penyakit saraf Amyotrophic lateral sclerosis atau lebih dikenal dengan singkatan ALS.

Hillenburg diketahui mendapat diagnosa penyakit itu pada Maret 2017.

Stephen McDannell Hillenburg atau hanya Stephen Hillenburg adalah animator, penulis, produsen, aktor, pengisi suara aktor, dan direktur Amerika Serikat yang paling diketahui karena membuat seri animasi SpongeBob SquarePants yang terkenal dan mendunia.

Nickelodeon, perusahaan yang telah menyiarkan serial kartun itu sejak 1999, mengeluarkan pernyataan, "Hari ini kami mengheningkan cipta untuk menghormati hidup dan karyanya."

"Steve menanamkan 'SpongeBob SquarePants' dengan humor dan kepolosan yang membawa kebahagiaan kepada generasi anak-anak dan keluarga di mana-mana. Karakter-karakter orisinalnya dan dunia Bikini Bottom akan menjadi pengingat nilai optimisme, persahabatan, dan kekuatan imajinasi tak terbatas."

Stephen Hillenburg berpose dengan SpongeBob SquarePants di Festival Anime Internasional, Tokyo, 23 Maret 2006, di Tokyo, Jepang.Hak atas fotoJUNKO KIMURA/GETTY IMAGES
Image caption


Stephen Hillenburg berpose dengan SpongeBob SquarePants di Festival Anime Internasional, Tokyo, 23 Maret 2006, di Tokyo, Jepang.



Imajinasi tak terbatas itulah yang tampaknya menginspirasi para penggemar SpongeBob SquarePants di Indonesia dan Malaysia dalam memngungkapkan rasa kehilangan dan menyampaikan penghormatan.

Antara lain dengan berbagai meme doa dan ritual khas umat Islam -yang merupakan mayoritas di kedua negara- seperti 'tahlilan,' dan doa arwah bagi Hillenburg.

Meme-meme itu kemudian disebar lebih dari belasan ribu kali atau bahkan ada yang sampai puluhan ribu kali.

Seperti banyak terjadi sebelumnya, meme 'awal' itu pun kemudian berkembang, memicu berbagai meme lain. Seperti yang menggambarkan suasana di luar rumah, suasana di TPU, suasana di Krusty Krab, pemasangan tenda, parkiran motor, persiapan tahlil tiga hari, sampai kepulangan rombongan tahlil.

Namun tahlilan adalah tradisi Nahdlatul Ulama sebetulnya. Bagaimana dengan ritual kematian 'versi Muhammadiyah' bagi sang pencipta SpongeBob itu?

Tentu ada. Antara lain berupa situasi rumah yang sama, tapi tanpa orang-orang yang sedang melakukan tahlilan sebagai bagian dari peringatan tiga hari, tujuh hari, atau empat puluh hari, jenis ritual ini tidak ada di tradisi Muhammadiyah.

Di Amerika Serikat, penghormatan akan Hillenburg juga disampaikan oleh Brad Bird, sutradara film Incredibles, yang pertama kali mengetahui soal SpongeBob saat anak-anaknya menyanyikan keras-keras lagu tema serial tersebut.

"Saya turun untuk melihat ada ribut-ribut apa, dan jadi menonton episode SpongeBob pertama saya. Ada banyak tawa," tulisnya.

Pencipta serial animasi The Fairly OddParents, Butch Hartman, juga menyebut Hillenburg sebagai "pencipta dengan bakat yang sangat besar" dan "akan sangat dirindukan".

Di Indonesia, kreator komik Si Juki, Faza Ibnu Ubaidillah, juga membuat penghormatan untuk Hillenburg lewat akun Instagramnya. "Semoga kebaikannya membuat anak seluruh dunia bahagia dibalas dengan kebaikan juga," tulisnya di unggahan yang sudah disukai hampir 40.000 kali tersebut.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2