Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pendidikan
Tahun Depan Sarjana UNG Wajib Lulus TOEFL 450 Agar Bisa Wisuda
2019-10-06 17:45:38
 

Tampak suasana acara senja di Humaniora dengan diskusi dan ngopi bareng Rektor UNG yang baru Dr. H. Eduart Wolok, ST. MT (pegang mic).(Foto: BH /ra)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Senat Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Fakultas Hukum, hari Jumat (4/10) kemarin mengadakan acara senja di Humaniora dengan diskusi dan ngopi bareng Rektor, dengan mengambil tema "UNG Unggul dan Berdaya Saing", yang hadir antara lain para Dosen, para Dekan dan Wakil Dekan pada Fakultas Hukum, serta seluruh Mahasiswa Hukum dan sebagian dari Fakultas lain, sementara yang menjadi Narasumber utama adalah Rektor UNG yang baru seminggu terpilih yakni Dr. H. Eduart Wolok, ST. MT.

Dalam sambutannya, Rektor UNG mengatakan bahwa jika bicara tentang UNG saat ini, maka bisa di katakan tidak fair adanya kalau mengatakan UNG tidak mengalami perbaikan dalam kurun waktu 8 sampai 10 tahun hingga sekarang, tetapi tentunya kalau kita ingin memiliki Leading University di kawasan Asia Tenggara, banyak hal yang harus kita perbaiki, perbaiki disini bukan dalam artian masih kurang baik, tetapi perbaiki disini bisa di maknai dengan penuh melakukan peningkatan.

"UNG dulu belum mempunyai Fakultas Hukum, tapi hari ini sudah punya, apakah Fakultas Hukum UNG sudah cukup puas dengan pencapaian hari ini, tentu tidak, Fakultas Hukum UNG harus terus berbenah agar supaya kedepan bisa terus meningkatkan daya saingnya, yang paling utama dan yang paling pokok harus kita perbaiki adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi serta kapabilitas lulusan UNG, percuma fasilitas kita semua menjadi lebih baik tetapi output atau lulusan mahasiswa kita tidak mengalami peningkatan kompetensi", ungkap Eduart.

Rektor Eduart menambahkan, Setelah meningkatkan kompetensi dan kapabilitas lulusan maka pada outcome ini kita harus memperkecil gab antara output yaitu sarjana dan outcome yaitu tenaga kerja yang produktif, jangan sampai UNG hanya menghasilkan lulusan yang tidak produktif, dan ini menjadi PR kita bersama untuk mencapai itu.

"Kemarin acara dengan mahasiswa tehnik saya katakan, 1 atau 2 tahun kedepan saya akan minta 5 sampai 10 mahasiswa lulusan terbaik Fakultas Tehnik yang kompetensinya memiliki kualifikasi dan daya saing Internasional, saya akan bawa ke Pertamina, ke BUMN Karya, ini lulusan terbaik UNG, tolong di coba dulu, kalau baik, silahkan di pakai, 1 atau 2 Alumni jika berhasil maka otomatis itu akan menarik yang lainnya", kata Eduart

"Agar supaya kalian bisa lebih maju lagi, bukan hanya kualifikasi dan kapabilitas, tapi jaringan dan networking yang main disitu, nah itu tugas saya selaku Pimpinan UNG untuk menggenjot ini, agar supaya ada lulusan UNG yang di kenal di level Nasional. Kalau di Nasional yang terkenal misalnya Elsa Syarif & Partner, maka di Gorontalo ada Ardi Wiranata & Partner, ada Yakob Mahmud & Partner, kita harus bermimpi, dengan mimpi itu maka andrenalin kita akan terdorong untuk mewujudkan mimpi itu", sambungnya.

"Satu atau dua tahun kedepan saya akan mengeluarkan kebijakan, Sarjana UNG wajib juga lulus TOEFL 450 baru bisa Wisuda, terserah adik-adik mau bilang itu susah kek, gak mungkin kek, makanya di siapkan dari sekarang, Bagaimana bisa membuat UNG leading university, unggul dan berdaya saing kalau mahasiswanya tidak memenuhi syarat dan pertanyaan saya, ketika kalian di paksa, di pacu untuk memenuhi syarat itu, apakah manfaatnya untuk saya atau untuk kalian ??", tegasnya.

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Ia merupakan test proficiency yang digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar.

"Kalau kegiatan yang menyangkut outcome yang besifat akademik dan meningkatkan kualifikasi mahasiswa maka akan kita support, salah satu program kerja saya adalah bagaimana kita membuat riset-riset kolaboratif yang ikut melibatkan mahasiswa, memang pembiayaan riset mahasiswa itu agak sulit di atur secara peraturan tetapi riset dosen sudah melibatkan mahasiswa juga", tutup Eduart Wolok.(bh/ra)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

 

ads2

  Berita Terkini
 
Cadangan Emas Menipis, RI Sempat Impor dari Singapura

Travelling pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Pesan untuk Traveller

Grab Didenda Puluhan Miliar, Pengamat Hukum: Investor Asing Tidak Boleh Rugikan Pengusaha Lokal

Pertamina dan Dinas LH DKI Jakarta Gelar Uji Emisi Gratis

Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2