Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
BP2MI
Tahun 2021 BP2MI Fokus Tempatkan PMI di Negara yang Menjamin Kesejahteraan dan Keselamatan
2021-01-14 00:13:11
 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pihaknya tahun 2021 akan lebih fokus melakukan penempatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara-negara yang menjamin perlindungan dan mengutamakan keselamatan pekerja migran.

"Kita akan fokus jika bicara penempatan (PMI) ke negara-negara yang memberikan aspek perlindungan yang menjamin para pekerja kita," kata Benny kepada wartawan, seusai memberikan pembekalan pemantapan ideologi Pancasila kepada 120 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BP2MI di Gedung Graha Insan Cita, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (13/1).

Menurut Benny, negara penempatan yang mempunyai jaminan terhadap keselamatan pekerja migran itu dianggap mampu memberikan kesejahteraan bagi para PMI, seperti halnya gaji atau tunjangan.

"Negara-negara yang memberikan salary (gaji) serta tunjangan yang sangat besar kepada PMI, seperti Jepang, Korea. Itukan negara yang sangat besar salary-nya sekitar 20 juta," imbuhnya.

Benny pun mengajak para PMI untuk mengakhiri rencana bekerja di beberapa negara yang kerap melakukan eksploitasi. Misalnya, negara Malaysia dan Arab Saudi serta negara Arab lainnya.

"Jadi sebetulnya kita ingin mengajak secara pelan-pelan dan bahkan mengakhiri, jangan lagi berpikir menempatkan ke Timur Tengah atau katakan Arab Saudi atau Malaysia yang Undang-undangnya tidak memberikan jaminan kepada PMI kita dan bahkan gaji yang diterima oleh PMI kita di Arab Saudi hanya 5 juta, di Malaysia hanya 4 juta," papar Benny.

Atas dasar itu, untuk memastikan keselamatan para pahlawan devisa di setiap negara penempatan tersebut, pihaknya akan bekerja keras mempersiapkan PMI yang berkualitas dan kompeten.

"Sehingga tentu untuk menempatkan PMI ke negara-negara yang memberikan jaminan salary yang cukup tinggi itu, ya kita harus mempersiapkan para pekerja yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi. Ya ketrampilan, keahlian dan kemampuan berbahasa, ini yang kita persiapkan, dan kita fokus kesana," bebernya.

Kepada wartawan, Benny juga mengungkapkan bahwa kondisi pendemi covid-19 saat ini, beberapa negara cenderung mengurangi PMI masuk ke negaranya.

"Kalau dalam kondisi normal BP2MI mampu mengirimkan 270 ribu PMI setiap tahunnya," tukasnya.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > BP2MI
 
  Kepala BP2MI Siap Mundur Jika Perban No 9/2020 Tidak Berjalan
  Tahun 2021 BP2MI Fokus Tempatkan PMI di Negara yang Menjamin Kesejahteraan dan Keselamatan
  BP2MI: 16 dari 67 PMI yang Diberikan Amnesti Kesultanan Oman Tiba di Tanah Air
  85 PMI di Taiwan Positif Covid-19, BP2MI Buat Timsus Selidiki Penyelenggaraan Prokes di P3MI
  Mei Herianti Disiksa Keji, Kepala BP2MI Minta Kemenaker Tinjau Ulang Penempatan Ke Malaysia
 
ads1

  Berita Utama
SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

DPR Minta Pemerintah Cepat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Syekh Ali Jaber Wafat, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 Hingga Hasilnya Negatif dan Lalu Masuk ICU

Haedar Nashir: Waspada Terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Menag Yaqut Cholil Tak Lagi Anggarkan Dana Untuk Pesantren, DPR Ungkap Kekecewaan

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono, Tapi Ojo Ngono

Ini 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari yang Terjadi pada Tubuh

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

Ini Pesan Tito Karnavian ke Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2