Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Tambang
Terbukti Tidak Miliki RKAB, Ponton Batubara CV JAR Diamankan KSOP, Buyer Agung Dituntut Serahkan Pajero
2020-09-17 20:17:54
 

Aini selaku kuasa Direktur CV JAR.(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Perusahan Batubara CV Jasa Andhika Raya (CV JAR) yang berlokasi di Desa Loa Ulung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) dituding melakukan penjualan Batubara yang diduga kuat tidak mengantongi izin Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim akhirnya terbukti, Ponton bermuatan Batubara beserta Taugboat diamankan KSOP Samarinda pada, Rabu (8/9) disinyalir karena tidak memiliki izin RKAB di perairan Muara Berau.

Sebelumnya seorang tokoh masyarakat Loa Ulung bernama Haji Armansyah sebagai Ketua RT 02 Desa Loa Ulung, Kukar kepada pewarta pada, Sabtu (5/9) sekitar pukul 23.00 WITA mengatakan bahwa saat ini adanya terjadi muatan Batubara milik PT JAR yang dijual kepada Agung, namun warga menuntut hak yang belum semuanya di penuhi, seperti perbaikan jalan, juga pemakaman. Namun Ponton-ponton yang diduga tidak memiliki RKAB itupun akhirnya lolos, yang akhirnya diamankan KSOP Samarinda, setelah nendapatkan laporan Aini (45) selaku pemegang kuasa untuk mengurus RKAB dari Djony Juanda sebagai Direktur Utama CV JAR.

"Saya selalu staf Administrasi CV. JAR yang ditugaskan untuk mengurus RKAB, namun hingga saat ini belum diterbitkan oleh ESDM Kaltim, jadi andaikan ada seseorang selaku pembeli Batubara milik CV. JAR yang mengatakan bahwa mengantongi RKAB dari ESDM maka saya pastikan bahwa dokumen itu palsu atau dokumen terbang karena sampai saat ini dokumen RKAB tersebut belum terbit. Setelah mengetahui muatan Ponton...
lepas tali maka saya langsung melaporkan dan akhirnya diamankan KSOP," jelasnya.

Sebagaimana berita sebelumnya bahwa Agung selaku Buyer yang membeli Batubara milik CV JAR ketika di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com pada Minggu (6/9) sekitar pukul 01.00 WITA melalui teleponnya dengan lantang dan penuh percaya diri mengatakan bahwa, memiliki RKAB CV. JAR. Ia mengatakan dan menantang, ada yang mengatakan bahwa tidak nemiliki RKAB atau Palsu maka ia berjanji membuat tarohan mobil Pajero terbaru harga tertinggi, kalau ada yang mengatakan tidak memiliki RKAB atau sebaliknya sumber juga akan membayar Pajero terbaru kalau benar dirinya memiliki RKAB, pernyataan ini ditegaskan 3 kali berturut turut kepada pewarta BeritaHUKUM.com.

"Jadi toroan Pajero yang terbaru kalau ada yang ngomong bahwa belum ada, saya akan keluarkan Pajeto terbaru untuk dia, Namun, kalau saya yang menunjukkan ada RKAB maka belikan saya juga Pajero terbaru," ujar Agung

Sementara, selaku Kuasa Dirut CV. JAR yang mengurus RKAB di Kantor ESDM Kaltim, Aini kepada pewarta, Rabu (16/9) dengan tegas mengatakan bahwa dengan ditangkapnya Ponton BG Bintang Timur 03 beserta TugBoat TB Santoso 25 yang memuat Batubara CV. JAR sehingga jekas pernyataan Agung selaku Buyer yang membeli Batubara tersebut tidak nemiki RKAB, kalaupun ada RKAB yang dipegang berarti RKAB palsu, tegas Aini.

Aini juga mengatakan bagwa buyer Agung yang tidak memiliki RKAB atau kepemilikannya palsu di dukung oleh juga atas laporan dari pak Hartono selaku Kuasa Direktur Utama CV. JAR melalui kuasa hukumnya pada Senin tanggal 14 September 2020 kepada KSOP Samarinda. Laporan Pengaduannya dimana salah satu poinnya mengatakan, "bahwa Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) sampai saat ini masih berproses di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur atau dengan kata lain proses pengajuan RKAB tersebut belum selesai dan tidak dapat melakukan penjualan Batubara jika tidak mempunyai RKAB tahun berjalan, terang Aini.

"Pernyataan saya ini merupakan somasi saya kepada Agung selaku buyar yang membeli batubara CV JAR, yang jelas tidak memiliki RKAB atau RKAB yang dimiliki tersebut adalah palsu, sehingga saat ini Ponton beserta TugBoat-nya sudah ditangkap oleh KSOP Samarinda, maka saya menuntut atas pernyataan Agung selaku Buyer kapan menyerahkan Pajero terbaru sebagaimana pernyataan yang berulang-ulang tersebut," tegas Aini.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait > Tambang
 
  KSOP Samarinda: Ditahannya Ponton Bintang Timur 03 Beserta Tugboat Muat Batubara CV JAR Karena Tidak Miliki Dokumen
  Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
  Terbukti Tidak Miliki RKAB, Ponton Batubara CV JAR Diamankan KSOP, Buyer Agung Dituntut Serahkan Pajero
  CV JAR Jual Batubara Diduga Tanpa Dokumen RKAB Viral di Medsos Twitter
  Dituding Jadi Sebab Longsor, Warga Sukajaya Pasang Spanduk Penolakan di Lokasi Tambang Emas Ilegal
 
ads1

  Berita Utama
Tepis Megawati, PKS: Kaum Milenial Banyak Karyanya

Libur Panjang Oktober 2020, Ditlantas Polda Metro Siagakan 749 Polantas di Lokasi Arus Lalu Lintas dan Tempat Wisata

Pakar Usulkan Vaksin Covid-19 Disuntikkan Dulu ke Pejabat

749 Personel Polda Metro Jaya Siap Kawal dan Amankan Lalu Lintas Selama Libur Panjang

 

ads2

  Berita Terkini
 
MUI Serukan Boikot Perancis !

Sikap Indonesia Soal Pernyataan Presiden Perancis Macron

Ketua MKD Ingatkan Makna Sumpah Pemuda

Sinergitas TNI-Polri Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Ulama Aceh Ditikam Saat Maulid, HNW: Terjadi Lagi...

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2