Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Narkoba
Terdakwa Erwin dan Riza Pemilik 5 Kg Sabu Dituntut Penjara Seumur Hidup
2020-02-26 10:59:06
 

Terdakwa Erwin alis Win dan terdakwa Riza Pahlipi alias Ambon, di Tuntutan Penjara Seumur Hidup pada sidang di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (25/2).(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Dua terdakwa masing-masing Erwin alias Win anak dari BIt (41) dan Riza Pahlipi alias Ambon (46), pada kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 5 Kg lebih mulai memasuki agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Selasa (25/2).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ir. Abdul Karim, SH didampingi Ahmad Rasyid Purba, SH dan Maskur, SH dan Abdul, bergantian Jaksa Penuntut Umum Muhammad Mae dan Syaiful dari Kejaksaan Tinggi Kaltim membacakan tuntutannya.

Jaksa Penuntut Umum Muhammad Mae kepada terdakwa Erwin alias Win anak dari BIt, dalam Amar tuntutannya mengatakan bahwa terdakwa-terdakwa terbukti secara sah dan menyakin memiliki, dan menguasai, menjual, mengedarkan narkotika sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primer Pasal 114 ayat (2) Juni Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 tentang Narkotika.

Terdakwa Erwin alis Win anak dari BIt dan terdakwa Riza Pahlipi alias Ambon Bin Ismail kelihatan tak berdaya dan terdiam di kursi pesakitan, keduanya di tuntut penjara seumur hidup pada sidang di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (25/2).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwin alis Win anak dari BIt dengan pidana penjara seumur hidup dan terdakwa tetap dalam tahanan," ujar Jaksa Muhammad Mae dalam tuntutannya, Selasa (25/2).

Hal yang sama juga terdakwa Riza Pahlipi alias Ambon Bin Ismail, yang Amar tuntutannya dibacakan Jaksa Penuntut Umum Syaiful juga dari Kejaksaan Tinggi Kaltim.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Riza Palipi alias Ambon bin Ismail dengan pidana penjara seumur hidup dan terdakwa tetap dalam tahanan," ujar Jaksa Syaiful.

Setelah mendengarkan tuntutan kedua JPU, ketua majelis memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk berkoordinasi dengan penasihat hukumnya terkait tuntutan penjara seumur hidup dari JPU.

Penasihat Hukum (PH) kedua terdakwa dari Erlyta Natalia Sihotang, SH dari LBH Pusaka kepada majelis hakim mengatakan bahwa untuk terdakwa Riza Pahlipi akan mengajukan secara tertulis pada sidang yang akan datang, dan terdakwa Erwin akan mengajukan pembelaan secara lisan.

Mendengar penjelasan dari PH kedua terdakwa, ketua majelis hakim mengatakan sidang ditunda sampai, Senin (2/3) untuk mendengarkan pembelaan dari Penasihat Hukum dan terdakwa.

Untuk diketahui bahwa kasus terhadap kedua terdakwa yang digiring oleh Jaksa Penuntut Umum Muhammad Mae dan Syaiful dari Kejaksaan Tinggi Kaltim ke hadapan persidangan di Pengadilan Negeri Samarinda, bermula ketika terdakwa Erwin secara bersama sama dengan terdakwa Riza Pahlipi ditangkap oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim di Jl. DI Panjaitan, kelurahan Sungai Pinang Dalam, Samarinda pada tanggal 30 September 2019 yang lalu sekitar pukul 12.00 WITA.

Dalam penangkapan tersebut Polisi juga turut mengamankan barang haram narkotika jenis sabu seberat 5.513 Kg/ bruto atau 5.005 Kg/netto dalam 5 bungkus plastik merek Guanyinwang.

Berdasarkan fakta persidangan barang tersebut diambil dari pelabuhan di Tanjung Selor dan rencananya akan dibawa ke Banjarmasin melalui Samarinda.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
  Polisi Ungkap Peredaran Tembakau Gorila dan Cairan Vape Berbahan Narkotika Hasil Industri Rumahan
  Operasi Halilintar 2020 Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
  Takut Disalahgunakan Kejari Jaktim Musnahkan Barang Bukti Narkotika
  Polda Metro Buru Penerima dan Pengirim Paket 1 Set Sofa Berisi 336 Kg Ganja Kering Asal Aceh
 
ads1

  Berita Utama
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

Operasi Halilintar 2020 Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penghentian Program Kartu Prakerja Diapresiasi

2 Provokator Ngajak Nasabah Tarik Dana di 3 Bank Ditangkap Siber Mabes Polri

Polisi Ringkus Pelaku Penyebar Video Viral Karyawan Intip Pelanggan Lewat CCTV

Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Ditlantas Polda Metro Gratiskan Biaya Buat SIM 214 Petugas Medis Wisma Atlet Kemayoran

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2