Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Virus Corona
Tes Covid-19 Menurun, Wakil Ketua MPR: Berbahaya, Seakan Covid-19 Menurun Namun Nyatanya Masih Tinggi
2021-07-24 08:21:37
 

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan adanya trend penurunan testing Covid-19, baik yang menggunakan PCR/TCM maupun Antigen Test. Pasalnya, penurunan spesimen testing yang menyebabkan penurunan angka Covid-19 berpotensi menimbulkan abuse of data Covid-19 yang disampaikan kepada publik.

Memang, terjadi trend penurunan tes Covid-19 beberapa hari belakangan. Angka testing pada 16 Juli (258.532 spesimen), 17 Juli (251.392 spesimen), 18 Juli (192.918 spesimen), 19 Juli (160.686 spesimen), 20 Juli (179.278 spesimen) hingga 21 Juli (153.330 spesimen). Akibat penurunan tersebut, angka positif Covid-19 yang terdeteksi juga semakin berkurang dan berpotensi menyebabkan misdata laju penyebaran Covid-19.

Menurut Syarief Hasan, Pemerintah seharusnya semakin memperbanyak testing untuk melokalisir Covid-19 di Indonesia. "Harusnya, Pemerintah semakin memperbanyak orang/spesimen yang dites sehingga kasus positif dapat dideteksi, ditracking, dan dilokalisir serta tidak semakin menyebar kemana-mana.", ungkap Syarief Hasan.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mendesak Pemerintah untuk menurunkan harga PCR maupun Antigen tes di beberapa daerah. "Bahkan, Pemerintah harusnya mendorong agar harga tes PCR maupun Antigen dapat ditekan sehingga masyarakat dapat secara mandiri menjangkau dan melakukan tes Covid-19.", ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan menilai, trend penurunan testing ini sangat berbahaya. "Penurunan tes Covid-19 sangat berbahaya karena bisa menimbulkan munculnya persepsi bahwa Covid-19 telah menurun sehingga masyarakat beraktivitas seolah Covid-19 sudah menurun. Padahal, Covid-19 belum menunjukkan penurunan kasus positif yang sangat signifikan. Angkanya masih di atas 30.000 kasus perhari.", ungkap Syarief Hasan.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa kasus harian pada Kamis, (22/7/2021) mencapai 49.509 kasus dengan jumlah testing sebanyak 294.470 spesimen. Angka kasus harian ini naik dari sehari sebelumnya yang mencapai 33.772 kasus dengan jumlah testing hanya sebesar 153.330 spesimen. Angka ini menambah total Covid-19 di Indonesia yang kini telah mencapai 3 juta kasus dan kematian harian sebanyak 79.032 kasus.

Syarief Hasan juga mendorong agar Pemerintah memperhatikan positivity rate di Indonesia. "Positivity rate Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan belakangan masih berada di atas 30%, jauh di atas standar maksimum yang ditetapkan WHO sebesar maksimal 5%. Lakukan testing secara optimal, sembari pengetatan protokol kesehatan sehingga laju penyebaran Covid-19 dapat segera menurun.", tutup Syarief Hasan.

Sementara, pantauan pewarta dari data situasi Covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan dari satgas Covid-19, jumlah data yang meninggal terus naik sebagai berikut:
Tanggal 20 Juli 2021 ada sebanyak 1.280 orang
Tanggal 21 Juli 2021 ada sebanyak 1.383 orang
Tanggal 22 Juli 2021 ada sebanyak 1.449 orang
Tanggal 23 Juli 2021 ada sebanyak 1.566 orang.(MPR/bh/sya)





 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Studi: Virus Covid-19 Berkembang Baik di Udara, Masker Longgar Rawan Tembus
  Indonesia Jangan Hanya Jadi 'Marketplace' Vaksin Negara Lain
  Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk
  Cegah Varian Corona Mu, Komisi IX: Siapkan Skenario Terburuk!
  PPKM Level 3 DKI Jakarta Diperpanjang, Gubernur Anies Ingatkan Semua Jangan Lengah
 
ads1

  Berita Utama
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid

Aturan Maritim Baru China Klaim LCS, Wakil Ketua MPR: Ini Jelas Tindakan Provokasi, Indonesia Harus Bersikap Keras dan Tegas

Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat, Politisi PKS: Sejak Awal Diprediksi Bermasalah

Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk

 

ads2

  Berita Terkini
 
Studi: Virus Covid-19 Berkembang Baik di Udara, Masker Longgar Rawan Tembus

Jangan Kaget! Harga BBM Pertamina Sudah Naik, Ini Daftarnya

Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid

Viral Napi Lapas Kelas 1 Medan Diduga Dianiaya dan Diperas Petugas

Kuasa Hukum: Utang Kasus SEA Games XIX 1997 Bukan Tanggung Jawab Bambang Trihatmodjo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2