Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Cyber Crime
Tim Cyber Crime Polda Menemukan Puluhan Akun Diduga Black Champaign
2018-02-27 16:26:21
 

Kanit V Sub Direktorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James Hutajulu.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Cyber Crime Polda Metro Jaya telah menemukan puluhan akun yang diduga melakukan black champaign (kampanye hitam) dalam hadapi Pilkada serentak 2018, khusus di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kanit V Sub Direktorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James Hutajulu mengatakan pihak kepolisian telah membentuk Satgas yang bernama Satgas Nusantara untuk memantau Black Champaign di media sosial maupun online.

"Di bawah Satgas Nusantara Polda Metro Jaya kita memiliki sub Satgas penegakan hukum, sub Satgas penegakan hukum dibagi menjadi dua bagian. Sub Satgas money politik dan sub Satgas Cyber," kata James Hutajulu, Selasa (27/2).

Stagas Nusantara sudah bekerja sejak satu bulan kemarin dengan melakukan patroli Cyber. Sub Satgas Gakum yang berkaitan cyber melakukan patroli untuk menginventarisir akun-akun baik media sosial maupun online.

"Yang mana patroli memantau ujaran-ujaran kebencian atau hate speech, black champaign, atau pun pencemaran nama baik khususnya berkaitan dengan pemilu yang saat ini sedang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dalam hal ini Jawa Barat ya, daerah Bekasi kota, Bekasi Kabupaten untuk gubernur dan Depok," jelasnya.

"Satgas cyber ini sudah lakukan tugasnya sejak kurang lebih satu bulan yang lalu dan udah ada beberapa hasil dari pantauan kita patroli cyber dan itu kita inventarisasi. Ada puluhan ya, tapi masih kita lihat," lanjutnya.

Meskipun demikian, lanjut James, pihaknya belum mengambil tindakan. Sebab, menurut James pihaknya masih terus memantau perkembangan dari akun-akun tersebut.

"Karena tahap pemilu masih panjang, ini baru awalnya, kayanya belum terlalu banyak, biasanya menjelang tahapan-tahapan kampanye lebih banyak lagi ya," ujarnya

Bagi masyarakat kita himbau agar tidak melakukan penyebaran luaskan atau distribusian kata-kata ataupun gambar,video ujaran kebencian, black champaign, maupun pencemaran nama baik terhadap pasangan-pasangan calon tertentu khususnya ingin menggagalkan atau menyebabkan pemilu ini tidak terlaksana jujur adil, dan langsung.(bh/as)



 
   Berita Terkait > Cyber Crime
 
  Desmond Mahesa Kritisi Lemahnya Keamanan Siber
  Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Pemalsu Website PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  Tim Siber Polri Ungkap Pelaku Kecurangan Menggunakan Voucher Cashback Promo Bukalapak
  Cyber Crime Bareskrim Polri Menangkap 4 Pelaku Defacing Situs Pemerintah Maupun Swasta
  Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Kasus Email Fraud
 
ads1

  Berita Utama
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam

 

ads2

  Berita Terkini
 
Dekan UIN Nilai Film Jejak Khilafah di Nusantara Sebagai Propaganda yang Membabi Buta

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Akmal Taher Mundur dari Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

Prahara Putusan Niaga No 211 di PN Jakpus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2