Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Cyber Crime
Tim Rembuk Nasional dan Kemenkominfo Meninjau Tim Cyber Crime Ditreskrimsus
2017-11-01 16:29:32
 

Tampak tim Rembug Nasional 2017 dan Kementerian Kominfo ke Sub Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memberikan keterangan Pers.(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejahatan dalam sektor Cyber Crime dirasa sudah sangat mengkhawatirkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto meninjau tim cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Sidarto menjelaskan, kedatangan dirinya bersama tim Rembug Nasional 2017 dan Kementerian Kominfo ke Sub Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk memantau pergerakan kejahatan cyber yang dianggap sudah mengkhawatirkan.

"Ruang publik sekarang domainnya sosial media, bahkan media mainstream sendiri sekarang sudah kalah sama mereka. Jadi kalau ruang publik di domain oleh sosial media harus kita waspadai," kata Sudarto di Polda Metro Jaya, Rabu (1/11).

Setelah Sudarto dan tim mengecek langsung mengaku takjub dengan peralatan yang dimiliki oleh unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dimana dikerjakan oleh orang-orang yang profesional dan terlatih.

"Kalau saya cerita aduh ternyata tiap titik itu jaringannya luar biasa, sampai ke financing itu luar biasa. Pastilah semua kejahatan itu akan diinforce oleh penyidik. Ini ada Dirkrimsus (Kombes Adi Deriyan), yang saya kaget tadi ada data begitu canggih yang ditangani oleh orang-orang yang sangat terlatih, saya terus terang surprise ya," ungkapnya.

Meski begitu, ia enggan membeberkan data-data kejahatan yang dimiliki oleh unit Cyber Crime saat ini karena data tersebut bukan untuk dikonsumsi publik.

"Waduh, saya sendiri banyak hal yang saya tidak bisa buka, karena yang bisa buka hanya perintah daripada pimpinan. Ada hal yang saya tidak bisa lihat, kalau lihat semuanya nanti pingsan saya," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengaku mendapat gambaran dan lebih bersemangat dalam memberantas kejahatan khususnya di sektor Cyber Crime. Dalam kunjungannya itu Adi sempat menunjukkan cara kerja unit Cyber Crime dalam memerangi kejahatan internet.

"Mereka yang hadir memberikan apresiasi besar termasuk dari Wantimpres. Mereka tidak menyangka Kepolisian Republik Indonesia mempunyai kemampuan seperti itu," ujar Adi.

Ia juga sempat menyampaikan agar diberikan akses kepada Kementerian Lembaga yang memiliki database agar bisa memantau kejahatan ekonomi dan transaksinya.

"Apabila Kementerian Lembaga yang mempunyai database terkonek dengan alat aplikasi kami, maka segala bentuk permasalahan yang ada, apakah terkait dengan kejahatan ekonomi apapun yang transaksinya menggunakan database akan sangat mudah termapping," paparnya.

Adi berharap agar kedepan PPATK bisa memberi akses kepada pihaknya agar bisa membuka beberapa rekening bank swasta agar bisa mematau transaksi keuangan. Saat ini pihaknya baru bisa memberikan surat kepada PPATK untuk membuka akses data transaksi keuangan kemudian baru di beri oleh PPATK data transaksi baik penerima dan pengirim, sedangkan pihaknya membutuhkan lebih dari itu.

"Kita belum punya akses langsug ke BCA, Mandiri, BNI. Kalau itu bisa, luar biasa sekali. Sedangkan kita membutuhkan mengenai profiling orang berkaitan perusahaan, imigrasi, unit-unit kerja lain di pemerintah. Kalau itu semua terkonek, maka semua berjalan dengan maksimal. Ketika kita mengklik seseorang maka akan tergambar nomor rekeningnya, perusahaannya, profilingnya. Makanya saat ini sedang kita bangun," jelas Adi.

Kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian terkait dan lembaga lain untuk membuat aplikasi yang luar biasa untuk memberantas kejahatan cyber crime.

"Dimana aplikasi ini akan membantu mengambil suatu kebijakan yang berdasarkan pada fakta, bukan berdasarkan asumsi," pungkasnya.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Cyber Crime
 
  Tim Rembuk Nasional dan Kemenkominfo Meninjau Tim Cyber Crime Ditreskrimsus
  Ada 4 Cara Minimalkan Risiko Serangan Siber
  Ada 148 WNA Pelaku Kejahatan Siber Bakal Dideportasi ke Cina dan Taiwan
  Tiga Pelaku WNA Pembuat Surat Email Hoax Jokowiriana@gmail.com di Tangkap
  Ini Cara Polisi Lacak Teroris di Dunia Maya
 
ads

  Berita Utama
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

 

  Berita Terkini
 
Komisi IX DPR Dalami Problem Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah Diingatkan untuk Tak Main-main dengan KTP-El

Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Program KUBE Butuh Penasihat Usaha

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2