Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Cyber Crime
Wahh, Nilai Kasus Penipuan Online Capai Rp 2.419 Triliun
2018-01-28 02:46:20
 

Ilustrasi. #Cybercrime.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Perusahaan keamanan siber Norton mengungkap fakta yang mengejutkan. Fakta tersebut merupakan aksi peretasan sindikat hacker yang belum lama ini terjadi.

Norton menyebut, hacker ini berhasil menggondol uang sebesar Rp 2,4 triliun dari aksi menipu pengguna internet.

Dalam laporannya, di sepanjang 2017 para hacker berhasil membawa kabur 130 miliar pound sterling (Rp 2.419 triliun) dari pengguna internet.

Sayang tidak disebutkan pengguna internet ini berasal dari mana, apakah dari media sosial atau aplikasi pesan instan. Yang pasti, dengan uang sebanyak itu, pengguna internet yang dimaksud mungkin hampir dari semua platform.

Norton mengungkap, uang tersebut berasal dari penipuan 987 juta korban kejahatan siber di seluruh dunia. Bisa dibayangkan, setiap harinya pasti ada kasus penipuan yang terjadi dan melibatkan banyak korban.

Jika dirata-rata, setiap korban pasti bisa menghabiskan dua hari kerja mereka untuk mengatasi masalah saat mereka diretas.

Modus yang digencarkan para penjahat siber ini ada beberapa level. Untuk level paling rendah, biasanya mereka melakukan trik mengelabui korban dengan membagikan data pribadi mereka lewat email palsu. Uang yang didapat pada umumnya berjumlah sedikit.

Adapun untuk tahap yang lebih rumit, mereka melakukan trik untuk mencuri dana yang lebih besar, seperti penipuan dengan bantuan teknis, pembelian palsu, hingga ransomware.

Dihitung-hitung, penipuan ini bisa menguras uang dari setiap korban, dengan nilai 44 pound sterling (Rp 819 ribu), 111 pound sterling (Rp 2 juta), dan 166 pound sterling (Rp 3 juta).

Modus yang digencarkan para penjahat siber ini ada beberapa level. Untuk level paling rendah, biasanya mereka melakukan trik mengelabui korban dengan membagikan data pribadi mereka lewat email palsu. Uang yang didapat pada umumnya berjumlah sedikit.

Adapun untuk tahap yang lebih rumit, mereka melakukan trik untuk mencuri dana yang lebih besar, seperti penipuan dengan bantuan teknis, pembelian palsu, hingga ransomware.

Dihitung-hitung, penipuan ini bisa menguras uang dari setiap korban, dengan nilai 44 pound sterling (Rp 819 ribu), 111 pound sterling (Rp 2 juta), dan 166 pound sterling (Rp 3 juta).

Maraknya aksi penipuan online ini terjadi akibat korban tidak sadar akan ancaman serangan siber. Norton menyebut, mereka tidak melakukan perlindungan yang cukup terhadap sistem perangkat mereka.

"Tak sedikit orang-orang membagikan password dari sejumlah akun mereka dengan pengguna internet lain. Mereka juga masih menggunakan password serupa ke beberapa akun di sejumlah platform," kata General Manager Norton untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Nick Shaw.

Mirisnya, lebih dari 25 persen korban ini percaya kalau akun mereka aman-aman saja dari serangan siber.

"Masih banyak orang yang merasa mereka itu aman dari ancaman serangan siber. Sebetulnya, langkah melakukan perlindungan akun itu mudah dan tidak makan waktu. Cukup 1-3 menit saja dan mereka pasti akan aman dari ancaman hacker," pungkas Shaw.(Jek/Ysl/liputan6/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Cyber Crime
 
  Desmond Mahesa Kritisi Lemahnya Keamanan Siber
  Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Pemalsu Website PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  Tim Siber Polri Ungkap Pelaku Kecurangan Menggunakan Voucher Cashback Promo Bukalapak
  Cyber Crime Bareskrim Polri Menangkap 4 Pelaku Defacing Situs Pemerintah Maupun Swasta
  Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Kasus Email Fraud
 
ads1

  Berita Utama
Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sudah 123 Dokter Meninggal Gara-gara Covid-19, Ini Rinciannya

Din Syamsuddin: Polri Berpihak pada Penentang KAMI, Padahal Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Pledoi Rudi Manro: Requisitor Jaksa 'Mengkriminalisasi' Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

DPR Sayangkan Penghancuran Ribuan Masjid di China

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2