ACEH, Berita HUKUM - Alih-alih mau mencari buah durian, dua pasangan non muhrim digelandang dan diarak keliling kampung oleh warga Desa Alue Leuhop, Cot Girek, Aceh Utara, karena kedapatan melakukan perbuatan mesum dengan perempuan bersuami.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com, perbuatan mesum itu dilakukan oleh seorang pria beristri berinisial YKB (45) warga Matang Kumbang, Baktiya, yang juga berstatus guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah dasar setempat. Sementara pasangan perempuan berinisial NR (37) warga Desa Alue Leuhop, Cot Girek.
"Mereka kedapatan sedang naik ke bulan di sebuah rumah kosong, persisnya di lorong rumah pak Keuchik," ujar salah seorang warga setempat membenarkan kejadian itu, Selasa (10/9).
Peristiwa penggerebekan itu bermula dari kecurigaan warga terhadap gelagat aneh pria PNS itu. Menurut keterangan warga, guru itu acap kali mengunjungi rumah ibu beranak tiga itu yang terkadang diwaktu sepi atau disaat si perempuan ditinggal kerja oleh suaminya ke kebun.
Nasib berkehandak lain, ternyata malam ini (Selasa 10/9) malam naas mereka berdua, tepatnya sekira pukul 20:00 WIB pasangan haram ini pun kepergok oleh warga tengah asyik naik ke bulan, hingga akhirnya pria PNS itu ditelanjangi (hanya memakai CD) bersama pasangan perempuannya digelandang, kemudian diarak-arak keliling Kampung oleh warga. Usai diarak, mereka langsung dimandikan di kolam.
Karena telah mencoreng nama baik kampung itu, keduanya harus membayar biaya peusijuek Gampong berupa uang senilai Rp 5 juta dan 2 ekor kambing. "Ini bukan denda, tapi sebagai ganti biaya memperbaiki nama gampong (peusijuek)," kata tokoh pemuda setempat, Sapon.(bhc/sul) |