JAKARTA, Berita HUKUM - Ajang kampanye Capres mulai memanas, isu tragedi Trasakti 98 mulai muncul kembali, 3 keluarga korban tragedi Trisakti 12 Mei 16 tahun lalu, tak menuntut Letjen TNI Purn Prabowo Subianto sebagai Pangkostrad saat itu bertanggung jawab. Mereka justru mendukung Prabowo sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres 2014.
Mereka adalah keluarga almarhum Elang Mulia Lesmana, almarhum Heri Hertanto, dan almarhum Hendriawan Sie. Pertemuan mereka dengan Prabowo dilangsungkan di Hotel Grand Hyatt Jakarta pada Sabtu (10/5) lalu.
Saat bertemu dengan Prabowo, Awangga datang bersama sang ibu, Hira Teti (ibunda Elang Mulia Lesmana), Lasmiyati (ibunda Heri Hertanto), dan Karsiah (ibunda Hendriawan Sie). Dalam pertemuan selama 30 menit itu, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Awangga sendiri yakin dan percaya akan hal tersebut.
"Pertemuan itu membicarakan mengenai tragedi Mei 1998. Kita masing-masing tahu, itu adalah sebuah propaganda dari pihak luar untuk menjatuhkan rezim orde baru," ungkap adik almarhum Elang, Awangga kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (12/5).
Atas dasar itulah, jelasnya, keluarga korban kini sepakat mendukung Prabowo sebagai capres untuk mengungkap dugaan pelanggaran HAM dalam tragedi 16 tahun silam itu. Menurutnya, Prabowo memiliki karakter yang kuat, "Dan yang paling penting memiliki keseriusan dan program yang jelas untuk bangsa ini."
"Beliau punya visi dan misi menyejahterakan rakyat dengan konsep yang sangat nyata," imbuh Awangga.
Sementara, ada beberapa alasan mengapa mereka mendukung Prabowo. Ketua Wanbin Gerindra itu dinilai memiliki wawasan politik luar negeri yang mumpuni. Prabowo juga dianggap bisa mengelola SDA Indonesia yang beraneka ragam namun belum dimanfaatkan.
"Saya pribadi melihat dia, adore begitu," kata Awangga.
Tak ada keraguan dari Awangga dan keluarganya dalam mendukung Prabowo. Awangga percaya bahwa Prabowo tidak terlibat dalam peristiwa yang menewaskan kakaknya itu.
"Keluarga bisa menerima tanpa paksaan atau apapun. Dari eye contact dan keseluruhan pembawaan Beliau, bisa terbaca bahwa beliau mengatakan yang sejujurnya," tuturnya.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti itu, Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadokusumo, Wakil Ketua Fadli Zon, Wakil Sekjen Sudaryono dan Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo.
Terkait siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 4 mahasiswa Trisakti itu, ia menyatakan sulit untuk diungkap. Walaupun sebenarnya ada pihak yang mengetahui siapa dalangnya.
"Yang harus bertanggung jawab, menurut saya itu mustahil terungkap. Karena propaganda dan skenario Mei 1998 didesain oleh pihak luar. Tapi sebenarnya ada yang mengetahui," tukas Awangga.(liputan6/raden/detik/trq/trq/bhc/sya) |