BELGIA, Berita HUKUM - Polisi Belgia memburu salah satu tersangka pelaku dan menggerebek sejumlah lokasi pascaserangan bom di bandara Brussels dan stasiun kereta bawah tanah yang menewaskan lebih dari 30 orang.
Jaksa Belgia Frederic Van Leeuw mengatakan polisi mencari seorang pria yang menggunakan topi dan jaket berwarna cerah yang tampak berjalan dengan dua tersangka pelaku bom bunuh diri sesaat sebelum ledakan kembar yang terjadi di bandara Zaventem.
Dia mengatakan pencarian di beberapa lokasi menemukan sejumlah perangkat yang berisi bahan peledak, paku, produk kimia dan sebuah bendera ISIS di sebuah apartamen di area Schaerbeek, Brussels.
Sebelumnya Polisi Belgia juga telah merilis foto tersangka pelaku serangan yang tampak dalam rekaman kamera pengawas di bandara, berjalan dengan dua tersangka pelaku.
Kedua orang itu tewas dalam serangan bom bunuh diri, menurut keterangan seorang jaksa penuntut umum di Belgia.
Kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam ISIS mengatakan berada dibelakang serangan itu.
Dalam pernyataan yang dirilis secara online, kelompok itu mengatakan lokasi telah "dipilih secara hati-hati" dan memperingatkan akan ada aksi yang lebih buruk untuk "sekutu negara yang ikut dalam perang salib melawan Negara Islam".
"Kelompok teroris akan melanjutkan rencana serangan jangka pendek di seluruh Eropa, dengan target pertandingan olahraga, lokasi wisata, restoran dan transportasi," jelas pernyataan itu.
Serangan di Belgia terjadi beberapa hari setelah penangkapan tersangka utama kasus serangan Paris, Salah Abdeslam.
Sementara, Para pemimpin Uni Eropa menyatakan serangan bom di Brussels sebagai sebuah serangan atas masyarakat yang terbuka dan demokratis.
Dalam sebuah pernyataan bersama, 28 pemimpin Uni Eripa menyatakan berdiri bersama dalam perang menghadapi kebencian dan kekerasan ekstremisme.
"Serangan terbaru ini hanya memperkuat tekad kami untuk mempertahankan nilai-nilai Eropa dan toleransi dari serangan intoleransi."
Dua bom di bandara internasional dan satu ledakan stasiun kereta bawah tanah Brussels, Selasa (22/03) menyebabkan sedikitnya 31 orang tewas dan 250 lainnya cedera.
Sedangkan, Presiden Barack Obama -yang sedang dalam lawatan ke Kuba, Havana- menegaskan dukungannya kepada Uni Eropa.
"Kami berdiri dalam solidaritas dengan mereka untuk mengutuk serangan yang memalukan atas orang-orang yang tidak berdosa," tegas Obama.
Pengakuan ISIS
Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, sebelumnya menyatakan serangan itu 'membabi buta, ganas, dan pengecut'.
"Ini hari tragedi, hari yang hitam... Saya menyerukan ke semua orang untuk memperlihatkan ketenangan dan solidaritas."
Sementara itu, kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Brussels melalui pernyataan di situs kantor beritanya A'maq.
Situs itu mengatakan para pejuangnya melepas tembakan di Bandara Zaventem sebelum sebagian dari mereka meledakkan bom di sabuknya.
Sementara itu seorang martir, begitulah pernyataan mereka, meledakkan bom di stasiun kereta bawah tanah Maelbeek.
Jumlah korban yang disebut situs A'Maq mencapai 230 orang, baik yang tewas maupun yang cedera.
Serangan di Brussels ini terjadi empat hari setelah penangkapan Saleb Abdeslam di Brussels -yang merupakan tersangka utama serangkaian serangan di Paris November lalu yang menewaskan 130 orang.(BBC/bh/sya) |