Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Polri
AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran
2017-06-26 02:32:11
 

Tampak AKBP Tatan Dirsan Atmaja saat atasi kemacetan di kawasan Lapangan Merdeka pada malam takbiran Medan.(Foto: Istimewa)
 
MEDAN, Berita HUKUM - Ajun Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja pantas ditiru. Sikap dan tindakan cepatnya atasi kemacetan di kawasan Lapangan Merdeka pada malam takbiran sungguh serius. Bagaimana tidak, disaat anggota Polrestabes Medan sedang berteduh dari guyuran hujan deras, perwira menengah ini justru lewati hujan dan banjir hanya untuk memantau kemacetan yang mengular dari kawasan lapangan Merdeka mulai ke jalan Pulau Pinang sampai ke jalan Balai Kota, Sabtu (24/6) sekira pukul 19.00 wib.

Pantauan www.metrorakyat.com, mantan Kapolres Asahan ini mengarungi hujan deras didampingi 3 petugas Aiptu Yani Lubis, Aiptu Dony Siagian dan ajudan sang perwira yakni Brigadir Haryono. Tak ayal, empat polisi ini basah kuyup seluruh pakaian dinas yang dikenakannya.

Ironisnya, banjir dengan kedalaman setengah meter wajib dilewati Wakapolrestabes Medan ini, dan ketiga petugas ini mengikutinya dari belakang.

"Saya hanya menjalankan tugas, dan bagaimana masyarakat Kota Medan ini bisa nyaman sewaktu melintasi kawasan lapangan Merdeka. Tapi nggak usah diliput lah karena ini hal biasa. Jangan dibesar-besarkan karena dibilang orang pencitraan," ucap Tatan.

AKBP. Tatan Bentak AKP. Martualesi Sitepu.

Sewaktu Tatan melewati stasiun Kereta Api, terlihat AKP. Martualesi Sitepu berteduh tanpa memperhatikan kemacetan diakibatkan deretan mobil pribadi mengular di badan jalan. Sehingga membuat perwira menengah ini menegur bawahannya. Mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini tidak menyangka bahwa orang nomor dua di Polrestabes Medan ini sambil berjalan kaki menyinggahi Pos Pam diiringi hujan deras beserta kemacetan tadi dan tanpa payung.

"Kamu atur sana, jangan diam saja," tegas Tatan kepada Martualesi sambil mengarahkan anggota lain yang duduk santai di Pos Pam untuk membantu mengurangi kemacetan yang diakibatkan mobil parkir. Wakapolrestabes mengaku kesal karena bawahannya hanya berteduh dibawah payung oleh anggota Martualesi, tanpa ada tindakan cepat untuk atasi kemacetan tersebut.

Usai berkutat selama 2 jam lamanya, tidak membuat Tatan kelelahan. Justru Tatan yang semulanya didampingi 3 petugas saja untuk patroli atasi kemacetan, dengan dibantu personil Sabhara Polda Sumut berhasil mengurangi kemacetan dengan mengalihkan kendaraan roda dua berjalan melalui lintasan di stasiun Kereta Api.

Tatan kembali harus melewati banjir dan membantu mendorong becak bermotor yang sedang mogok karena air memasuki mesin betor itu. Hingga awak media ini meninggalkan Tatan selama 3 jam lamanya, Tatan tidak kunjung usai bertahan ditengah banjir akibat drainase kurang baik itu.(tribratanews/bh/sya/hpd)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
  Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2